Ulasan Paruh Musim: Juventus Bersama Max Allegri, Yay or Nay?

IMG_20150119_025832

Kepergian Conte musim ini memaksa saya untuk menulis tentang “Analisis: Kepergian Conte dari Juventus Sebab dan Akibatnya” diawal musim serie A 2014/2015, maka dengan adanya artikel tersebut saya merasa berkewajiban untuk mengulas kelanjutan dari hipotesis-hipotesis yang saya berikan ketika Juventus ditangani Max Allegri, apa saja perubahan Juventus ketika ditangani Allenatore Max Allegri. Ditutup dengan kemenangan 4-0 dari Hellas Verona pada Senin dini hari kemarin maka resmi setengah musim sudah dilewati dan Juventus berhasil mempertahankan posisi pertama sehingga layak dinobatkan menjadi juara paruh musim atau Winter Champion.

Setengah musim sepertinya cukup untuk menimang-nimang apakah Max sukses menangani Juventus. Bagi saya pribadi jawabannya adalah Yay!. Setelah berbagai keraguan banyak menghinggapi para pendukung Juventus, termasuk saya. Tapi semua itu berhasil dimentahkan. Saya ingat ketika banyak cibiran menghampiri Max, dia hanya menjawab bahwa dia hanya akan membuktikan dengan aksi dan sikap profesonalitasnya untuk mempertahankan tren kemenangan yang Juventus punya, untuk meraih hati para Juventini di seluruh dunia. Perubahan pelatih tentunya akan merubah gaya permainan meskipun pelatih tersebut berusaha mempertahankan formasi pelatih terdahulu.

Kalau kita membicarakan gaya permaianan, ya disinilah Juve versi Max terlihat sangat berbeda dengan versi Conte, meskipun awalnya sama-sama menggunakan formasi 3-5-2 anak-anak asuh Max ini bermain dengan tempo lebih cepat. Bahkan dapat dikatakan Juve yang sekarang mampu melakukan serangan balik yang cepat, efektif dan mematikan dimana hal ini sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh Conte.

20150121022021

Max memang terkenal dengan permainan tempo cepat, dari sisi tengah pemain harus bisa langsung menggedor pertahan lawan dengan sangat cepat oleh karenanya Max sebenarnya sangat senang pemain tengah dengan fisik kuat, inilah alasan para fans mulanya ragu Max akan cocok dengan gaya bermain Pirlo, pemain flamboyan satu ini diprediksi tidak akan cocok dengan formasi dan gaya bermain Max layaknya di AC Milan dulu. Hal ini ternyata tidak terbukti, disinilah menurut saya awal kunci keberhasilan Max. Dulu Allenatore Max terkenal tidak mampu menjalin chemistry baik dengan para pemainnya, Max seringkali terlihat sulit menyatu dengan para pemainnya tidak seperti Conte. Di Juventus (sampai sejauh ini) hal tersebut tidak ditunjukkan Max Allegri. Kedewasaan Max terlihat di Juventus dengan mengalah tidak membiarkan egonya menguasainya mencoba menjalin hubungan lebih dekat juga melihat lebih dalam kemampuan dan gaya bermain para pemain-pemainnya, dengan tetap mempertahankan formasi Conte yang bergantung dengan Pirlo sebagai arsitektur lapangan tengah. Voila ternyata hal ini berhasil, saat Juventus ingin bermain dengan tempo cepat ala-ala Allegri Juventus sudah memiliki Vidal, Marchisio, dan Pereyra. Ketika Juventus ingin menjaga tempo dengan bermain lambat Juventus punya Pirlo dan Pogba yang tidak segan-segan tetap membahayakan gawang lawan dengan tiba-tiba.

Juventus yang berbekal segudang pemain tengah dengan kualitas tinggi ini pada akhirnya membuat Allegri memikirkan skema formasi lainnya, skema formasi favoritnya tentunya yaitu 4-3-1-2. Dimana dengan formasi itu Pirlo, Pogba, Marchisio dan Vidal dimainkan bersamaan, vidal atau Pereyra biasanya menempati posisi dibelakang kedua striker layaknya seorang trequetista bisa dibilang strategi ini cukup berhasil, hal ini memungkinkan Allegri dapat menjalankan strategi tempo cepat kemudian switch ke tempo lebih lambat secara mulus guna melakukan total domination di pertandingan.

Selain berhasil mempertahankan posisi pertama hingga tengah musim Juventus juga berhasil lolos ke fase babak 16 besar Liga Champions. Secara mengejutkan Juventus juga masih memiliki Grinta, mulanya dengan tidak adanya Conte sang motivator ulung saya akan memprediksi Juventus akan kehilangan Grintanya, hal ini terbukti juga terpatahkan beberapa kali Juventus mampu balik dari ketertinggalannya, seperti ketika menghadapi Olympiakos tertinggal 1-2 namun dengan seketika bisa membalik keunggulan menjadi 3-2, juga ketika menghadapi Torino, gol indah dari Pirlo di detik-detik terakhir layaknya golden goal langsung mampu membawa Juventus menang di ajang derby tersebut.

Catatan penting, bukan berarti Max sudah sempurna untuk Juventus, Max Allegri tidak berhasil membawa Juventus menjadi juara Super Coppa Italia, Juventus kalah melawan Napoli (melalui adu pinalti 5-6). Kalau menilik kegagalan Juventus saat menghadapi Napoli di Super Coppa lebih kesisi non teknis, pertandingan tersebut berada di penghujung waktu liburan para pemain, para pemain seperti terlihat kurang berambisi meraih kemenangan setidaknya ini pendapat saya. Dimomen-momen seperti ini seharusnya Max tetap mampu memotivasi para anak-anak asuhnya untuk tetap berjuang disegala kondisi, disegala jenis pertandingan.

Kelemahan Max masih pada sisi non teknis, Max harus mampu menjadi motivasi ulung, meskipun Juventus terlihat masih memiliki Grinta namun para pemain mungkin akan berada di titik jenuhnya setelah 3 kali berturut-turut juara tanpa ada satupun ancaman berbahaya dari tim lain di tiga musim belakangan. Dari sisi teknis saya percaya Max merupakan pelatih dengan otak encer yang mampu meramu strategi-strategi jenius disetiap pertandingannya. Dengan meminimalisir kelemahan tersebut Max akan menjadi pelatih sempurna untuk Juventus. Bukan hal yang tidak mungkin jika musim ini Juventus akan berbicara banyak di Liga Champions.

Buku Elektronik atau Buku Cetak?

20141228025249

Saat ini maraknya pasar tablet juga phablet tentunya membuat hadirnya Buku Elektronik semakin menjamur. Dewasa ini jarang kita lihat orang-orang membawa kesana-kemari sebuah buku, apapun itu genre bukunya, novel, literatur pelajaran, bahkan majalah ataupun Koran. Ya semua genre buku termasuk majalah dan Koran semua sudah ada versi Elektroniknya. Banyak aplikasi pada smartphone ataupun tablet yang menyediakan Buku Elektronik baik yang berbayar maupun yang gratis.

Lahirnya tablet dan phablet, dengan ukuran layar diatas 5 inch tentunya membuat kegiatan membaca kita di gadget tersebut sangat nyaman. Kita pun tidak perlu repot-repot membawa buku yang tebalnya memakan space yang lumayan di tas bawaan kita, dengan satu gadget segala jenis bacaan dapat tersimpan dalam saku celana kita. Itu salah satu keunggulan Buku Elektronik. Tapi bukan berarti Buku Cetak tidak memiliki keunggulan, dan Buku Elektronik tidak memiliki kelemahan. Berikut pembahasan singkat masing-masing keunggulan kedua jenis buku tersebut.

Buku Elektronik

Pros

  • Praktis dan ringkas, berbagai macam buku ada dalam genggaman kita.
  • Karena kebutuhan tinggi akan penggunaan smartphone maka dapat dipastikan Buku Elektronik juga akan selalu menemani keseharian kita dimanapun kita dan smartphone kita berada.
  • Tidak perlu ke toko buku untuk mencari buku baru, aplikasi macam Scoop, Wayang Reader atau Google Playbooks sangat membantu kita untuk mendapatkan buku-buku terbaru.
  • Buku gratis. Ya banyak Buku Elektronik yang memang dibagikan secara cuma-cuma oleh penulis ataupun penerbitnya. Namun tidak jarang juga jika kita cukup cermat kita bisa memperoleh Buku Elektronik versi bajakan yang tersebar luas di dunia maya namun cara yang ini sangat tidak disarankan🙂 .

Buku Cetak

Pros

  • Sensasi seorang kolektor, ini poin pertama dan juga poin mutlak yang mampu mengungguli semua kelebihan Buku Elektronik, ya jika kita seorang yang gemar membaca dan gemar mengoleksi buku. Tentu bentuk fisik bukan maya akan menjadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri. Tak ada yang lebih keren bagi seorang yang gemar membaca selain rak penuh buku koleksi pribadi.
  • Kesan anak pintar, bawa buku kemana-mana dari jaman analog hingga jaman digital saya rasa masih akan membuat kita tampak pintar karena tampak rajin membaca.
  • Tidak akan kehabisan batere, smartphone dan tablet kita kehabisan batere setelah seharian memenuhi aktivitas menelepon, chatting juga bermain game saat kita ingin membaca buku, gadget kita tidak ada disana untuk memuaskan hasrat ingin membaca. Buku Cetak kita lebih dapat diandalkan tanpa mengkhawatirkan kebutuhan charging daya.
  • Lebih bersahabat saat di penerbangan, kita mungkin masih bisa menggunakan gadget kita dengan mode airplane, tapi daripada membuat awak pesawat khawatir apakah gadget kita sudah berada di mode airplane atau belum yang tentunya akan mengganggu konsentrasi membaca kita, akan lebih nyaman jika dari awal yang kita baca adalah sebuah Buku Cetak.

Kelemahan masing-masing jenis buku tersebut tentunya adalah kelebihan yang ditemukan di jenis buku yang satunya🙂 .

Jadi, apakah anda pro Buku Elektronik atau pro Buku Cetak? Izinkan saya mengetahuinya.

10 Film Terkeren Selama Tahun 2014 yang Harus Kamu Tonton

moviesposter

Tahun 2014 sudah hampir tutup buku, namun yang tak boleh dilupakan adalah di tahun ini banyak bertebaran film-film apik yang menghiasi bioskop-bioskop di tanah air. Buat kamu yang melewatkan film-film keren tersebut, dengan berakhirnya tahun ini beberapa film ini tetap wajib kamu buru untuk ditonton. Berikut beberapa referensi 10 film terkeren selama tahun 2014 versi saya.

The Hobbit: The Battle of The Five Armies

Kembali melanjutkan kisah Bilbo Bagins yang akhirnya berhasil mengambil alih kembali rumah para kurcaci yang dijajah oleh Smaug Sang Naga Penghancur. Namun tak dinyana setelah para Kurcaci berhasil mengambil alih rumah mereka kembali, gunung Erebor ternyata malah diincar oleh banyak pihak. Peperangan antar bangsa yang menghuni Middle Earth pun tak bisa dihindari. Film ini dikemas sangat apik, sebuah penutup yang brilian dari trilogi film The Hobbit. Saya memberikan nilai 9.0 untuk masterpiece ini.

Interstellar

Sekelompok penjelajah ruang angkasa yang ingin meneliti sebuah wormhole, demi kelangsungan umat manusia. Film ini wajib masuk list pertama untuk di tonton jika kamu pecinta film dengan genre Sci-Fi. Nilai 9.0 patut disematkan untuk film ini.

The Mocking Jay Part I

Akhir dari trilogy The Hunger Games yang dibagi 2 part, part 1 menceritakan bagaimana Katniss Everdeen menjadi sosok The Mocking Jay, sosok pelecut semangat bagi warga-warga di distrik-distrik Panem untuk memberontak Capitol. Film ini mempunyai nilai plus yaitu akting dari para aktor dan aktrisnya yang sangat brilian sehingga sangat merepresentasikan sifat dari karakter-karakter yang sebenarnya hanya bisa diungkapkan detail melalui tulisan di Novel Trilogi Hunger Games. Kredit plus bagi para pemainnya yang membuat film ini pantas diberi skor 8.0.

Big Hero 6

Mengisahkan tentang seorang remaja jenius pakar robotika Hiro Tamada, yang setelah lulus SMA di usia belia tidak mempunyai tujuan hidup sebelum akhirnya diberi arahan oleh kakaknya sang pencipta robot gembul berisi angin nan menggemaskan, yang akhirnya robot tersebut memiliki ikatan tersendiri dengan Hiro Tamada. Film ini sangat kocak, menarik, unik juga mengajarkan tentang arti persahabatan. Saya memberi rating 8.0 untuk film animasi satu ini.

Guardian of The Galaxy

Penjaga galaksi yang anehnya terbentuk dari sekumpulan penjahat-penjahat yang namanya sudah terkenal luas di intergalaksi, nasib dan takdir sepertinya terpaksa mempersatukan para kriminal-kriminal tersebut untuk mencegah penghancuran alam semesta. Fun movies to watch with very awesome soundtrack, 8.0 nilai yang cukup mewajibkan kamu untuk menonton Guardian of The Galaxy.

Dawn of The Planet of The Apes

Film ini merupakan lanjutan dari film Rise of the Planet of the Apes (2011), masih melanjutkan tentang cerita kera jenius bernama Caesar namun di sekuel ini Caesar sudah memiliki para pengikut setia dan mampu membuat sistem pemerintahan kerajaan kera sederhananya sendiri. Saya selalu suka franchise film planet of the apes ini. Planet of The Apes versi Tim Burton yang mirip kera sakti ala-ala sci-fi tahun 2001 pun menurut saya sangat apik, ide cerita revolusi kera yang memang secara kepandaian merupakan mamalia terpintar selalu sangat menarik, bukan hal yang tidak mungkin kalau memang nantinya kita benar-benar bisa hidup berdampingan dengan mamalia tersebut. Nilai 8.0 untuk film ini.

The Maze Runner

Film ini diangkat dari novel trilogi The Maze Runner, menceritakan sekumpulan remaja cowok yang dikumpulkan dalam sebuah lokasi ditengah-tengah sebuah Maze, untuk bertahan hidup. Tujuan mereka yang sesungguhnya adalah untuk keluar dengan memecahkan Maze yang selama ini mengurung mereka, namun sebenarnya ada tujuan tersembunyi dibalik kisah para pelari di Maze ini. Silahkan cari tau sendiri dengan menyaksikannya, 8.0 harusnya cukup menggugah rasa ingin menonton film pertama dari trilogi The Maze Runner.

Transcendence

Mengisahkan 2 ilmuwan pasutri yang ahli dipakar kecerdasan buatan. Saking pakarnya sampai-sampai mereka memiliki antifans garis keras yang tidak setuju pengimplementasian kecerdasaan buatan di dalam kehidupan manusia, mungkin pihak anti ini tidak mau hal seperti skynet dalam film terminator terjadi. Alhasil Will Caster sang ilmuwan harus meninggal karena aksi terorisme para anti teknologi tersebut, sehingga akhirnya sang istri Evelyn Caster berusaha men-digitalkan otak sang suami, semua kesadaran sang suami diupload ke dalam sebuah super komputer. Disinilah intrik film tersebut terjadi. Film ini bernilai 7.5 untuk kalian tonton.

John Wick

Jangan sembarangan membuat onar dengan orang asing yang baru kamu temui dijalan, atau orang itu nantinya akan jadi momok yang menghantui hidupmu sampai akhirnya ajal menjemputmu. Keanu Reeves is back! Kalau bukan karena pemeran utamanya aktor yang satu ini mungkin film ini bisa bernilai dibawah 7.0.

Captain America: The Winter Soldier

Captain America bertemu musuh yang seimbang, sama-sama seorang prajurit, sama-sama mempunyai kekuatan fisik yang super. Penuh adegan aksi yang very fun to watch dengan alur cerita yang ringan, tipikal film super hero besutan marvel, 7.0 untuk film marvel satu ini.

Sepotong Cerita Generasi ke Empat

Akhir tahun ini kita diramaikan oleh gegap gempita hadirnya teknologi seluler baru di Indonesia yaitu apa yang lebih dikenal dengan 4G. Buat yang masih meraba-raba apa sih sebenarnya 4G ini. Teknologi ini sebenarnya sudah marak dua tahun lalu di kebanyakan negara maju, namun sesuai prediksi artikel yang saya tulis diawal tahun 2014, 4G akan diluncurkan dan mulai baru akan popular di tahun 2014. Nama 4G berarti 4th Generation, seperti teknologi-teknologi seluler sebelumnya yang selalu diberi nama “angka” plus huruf “G” seperti 2G, 3G, 3.5G (lebih sering disebut dengan teknologi HSPA) dan 3.75G (yang juga lebih familier disebut dengan HSPA+).

Teknologi 4th generation di Indonesia (kebanyakan operator seluler yang menyediakan layanan ini) menggunakan teknologi LTE. LTE yang merupakan singkatan dari Long Term-Evolution merupakan teknologi seluler yang mampu meningkatkan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah spektrum radio atau bahasa sederhananya LTE memiliki kecepatan download dan upload yang jauh lebih besar ketimbang teknologi pendahulunya. Secara arsitektur jaringan teknologi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teknologi pendahulunya dimana pastinya terdapat Radio Network (BTS/Node B) dan Core Network. Kecepatan maksimum LTE secara teori bisa mencapai 299.6Mbps untuk download dan 75.4Mbps untuk upload. Namun,tentunya kebijakan para operator seluler yang menyediakan jaringan ini, akan membatasi kapasitas dan kecepatan untuk pelanggannya sesuai tarif dan paket yang dijual juga demand yang ada di masyarakat suatu wilayah.

Dengan kecepatan up to 299.6Mbps tentunya banyak hal akan lebih mudah kita lakukan di dunia maya, diantaranya mendownload file dengan ukuran besar seperti game, file bermega-mega atau bahkan bergiga-giga selesai didownload hanya dalam hitungan detik. Mari kita ambil contoh jaringan LTE yang mempunyai kecepatan 200 Mbps dan kita akan mendownload game untuk smartphone kita sebesar 2GB. Berapa waktu yang dibutuhkan? Berikut gambaran cara menghitungnya:

Sesuai rumus perhitungan konversi Mbps (nilai Mega bits per second ini bisa kita ketahui dari aplikasi-aplikasi speed test) to MBps (ukuran file yang akan kita download) yaitu:

MBps = Kecepatan koneksi (mbps)/8

= 200 mbps / 8

= 25 MBps

Jika kecepatan koneksi kita 200 mbps maka kita mampu mendownload file sebesar 25 MB per detiknya, kalau file yang akan kita download sebesar 2GB atau sebesar 2000 MB maka:

2000 / 25

= 80 detik atau 1 menit lebih 20 detik, file sebesar 2GB atau 2000MB tersebut berhasil didownload seutuhnya.

Tentunya dengan adanya kecepatan seperti itu, kita juga akan selalu senantiasa menggunakan fasilitas-fasilitas penyimpanan awan (cloud storage) seperti dropbox atau iCloud. Sehingga foto-foto HD (High Definition) hasil jepretan smartphone canggih kita tidak akan memenuhi internal memori. Begitu jepret langsung otomatis diupload ke dropbox atau iCloud. Secara teori kecepatan upload LTE 75 Mbps. Dengan kemampuan kamera di smartphone yang makin membaik tentunya hasil jepretan kamera terebut juga akan memiliki ukuran file/data yang besar, hasil kamera smartphone terkini rata-rata memiliki ukuran sebesar 5MB bila kita melakukan jepretan 10 kali. Tentunya internal memori akan termakan sebesar 50MB namun dengan kecepatan LTE upload up to 75 Mbps, upload foto-foto tersebut ke penyimpanan awan (cloud storage) hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 detik (sesuai rumus diatas).

Semakin cepat kecepatan data internet yang kita punya dewasa ini, akan semakin mendukung segala jenis aktifitas digital yang kita miliki sekarang ini, kehidupan kita saat ini selalu dikelilingi oleh gadget-gadget canggih; smartphone, smartwatch, tablet dan laptop dan semuanya saling tersinkron atau terhubung. Foto yang kita ambil melalui smartphone dapat langsung otomatis kita lihat di tablet ataupun laptop kita, berkat teknologi penyimpanan awan (cloud storage). Semua aktifitas sinkronisasi yang terjadi antara perangkat atau gadget kita semakin tak terlihat dengan adanya kecepatan transfer data via internet yang begitu cepat. Hiburan multimedia macam video streaming dengan resolusi 4K display dengan adanya LTE bukan tak mungkin kita nikmati dengan lancar jaya.

Namun sayangnya teknologi LTE ini baru akan dinikmati di kota-kota besar di Indonesia. Belum masuk menjamah keseluruh wilayah di Indonesia. Mari kita berharap bersama infrastruktur LTE dapat berkembang dengan cepat di Indonesia dan  kita bisa segera menyicipi teknologi LTE dimanapun kita berada, sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya di bidang Telekomunikasi dengan negara maju lainnya.

Money Can’t Buy You Happiness

2014-10-22 22.27.15

Mungkin kutipan diatas sudah “so yesterday” bagi kita, bahkan tak sedikit orang yang mematahkan kutipan tersebut dewasa ini, ada yang mengatakan “Money can’t buy you happiness, but it definetly can buy you a Ferrari”. Memang, mampu membuat orang-orang di sekeliling anda berdecak kagum karena melihat anda mengendarai mobil mewah bisa menimbulkan efek bahagia dari kebanggaan memiliki sebuah mobil mewah. Padahal seyogyanya kebahagian itu sederhana, sesederhana ada yang menyiapkan segelas susu coklat hangat disetiap pagi.

Dengan banyak uang ya anda bisa saja mendapatkan itu dari sebuah café diperjalanan anda menuju kantor atau menyuruh office boy untuk membuatkan anda, tapi bagi saya tetap saja rasanya tidak akan seenak susu coklat yang dibuat dengan kasih sayang, kasih sayang seorang ibu contohnya. Sebuah susu coklat yang dibuat dengan kasih sayang akan memberikan sensasi rindu. Kebahagian macam itu memang efeknya jarang kita rasakan langsung. Nikmatnya kebahagian macam itu ditemukan saat kita dapat merasakan kembali susu coklat rasa kasih sayang tersebut, saat kita pulang ke rumah dari perantauan untuk mencari arti sebuah kedewasaan. Dahaga rindu yang terobati dengan hangatnya susu coklat rasa kasih sayang. Sesederhana itu kebahagian, susu coklat rasa kasih sayang pelipur rasa rindu yang tidak akan mampu dibeli oleh mata uang manapun.

Transcendence (2014) vs Batman Beyond: Lost Soul (1999) [review]

LINEcamera_share_2014-07-31-14-49-48Tepatnya tiga bulan lalu, saya menyaksikan film berjudul Transcendence (2014) yang tokoh utamanya diperankan oleh Johnny Depp. Film tersebut menceritakan seorang ilmuwan bernama Will Caster (Johnny Depp) yang terkenal di bidang kecerdasan buatan. Will mencipatakan sebuah komputer super canggih yang dapat mengimitasi kecerdasan bahkan emosi manusia. Namun penelitian  tersebut ternyata membuat sebagian pihak tidak setuju. Pihak ini dikenal sebagai pihak anti teknologi, dimana manusia tidak akan dan tidak mungkin bisa digantikan dengan kecerdasan buatan dalam bentuk apapun. Serangan frontal pun dilakukan oleh pihak ekstrimis anti teknologi ini. Serangkaian serangan terorisme dilakukan di laboratorium milik Will Caster dan berujung dengan tindakan percobaan pembunuhan Will Caster. Will Caster yang dalam kondisi kritis karena tertembak dengan peluru yang mengandung radiasi tingkat tinggi ini divonis akan kehilangan nyawanya dalam beberapa bulan ke depan. Istri Will yang juga merupakan ilmuwan Evelyn Caster (Rebecca Hall) tidak tinggal diam, visi dan misi milik Will Caster yang belum tercapai membuatnya ingin men-digitalized atau mengkonversi otak Will kebentuk digital untuk kemudian di unggah ke super komputer ciptaan Will. Will Caster pun akhirnya setuju, setelah raga Will Caster tidak mampu lagi melawan racun akibat radiasi, otak Will sepenuhnya sudah mampu di konversi ke bentuk digital. Will Caster yang hidup dalam bentuk digital merasa resource yang dimilikinya saat itu tidak cukup sehingga dia meminta istrinya untuk menyambungkan dirinya secara online dengan jaringan internet yang ada agar memiliki resource yang tidak terbatas. Disinilah intrik cerita film tersebut, dimana Will Caster memiliki semua informasi yang ada di dunia ini, dan dengan terhubung online Will dapat mengendalikan dunia.

Film Transcendence tersebut ternyata hampir sama dengan salah satu episode serial Batman Beyond: Lost Soul (1999), entah mengadopsi atau terinspirasi dari cerita tersebut. Diceritakan di episode Lost Soul, seorang ilmuwan genius bernama Robert Vance yang memiliki perusahaan Vance Enterprise yang bergerak dibidang perangkat komputer super canggih dalam kondisi kritis karena penyakit dan faktor usia yang dialaminya. Namun dengan kondisi kritis yang dialaminya Vance tidak mau menyerah, didorong ambisi perjuangan hidupnya dan rasa tidak percaya terhadap kemampuan cucunya untuk meneruskan perusahaannya juga penelitiannya. Robert Vance lantas meminta cucunya untuk men-digitalized otaknya untuk kemudian mengunggah bentuk konversi digital Robert Vance secara online. Gotham pun dikuasai oleh Robert Vance digital. Di episode ini Robert Vance bahkan mampu menguasai jubah Batman Beyond, karena jubah Batman Beyond ini merupakan jubah paling canggih dimana terdapat rangkaian-rangkaian elektronik yang mampu menambah kekuatan pemakaianya, jubah ini pun terhubung secara online karena di serial Batman Beyond pengguna jubah ini seorang pemuda bernama Terry Mcginnis yang selalu terhubung dan senantiasa menjalankan instruksi Kakek Bruce Wayne di Bat Cavenya. Semua komputer di Bat Cave terpaksa dimatikan dengan adanya peretasan secara massive di jaringan internet Gotham. Tujuan Robert Vance pun diakhir cerita hampir sama dengan Will Caster dimana pada akhirnya bentuk digital tidak akan cukup untuk memenuhi hasrat mereka. Robert Vance dan Will Caster sama-sama menginginkan raga/tubuh manusia.

Dengan tema cerita yang sama Transcendence memiliki nilai plus dibandingkan Batman Beyond: Lost Souls, diantaranya Transcendence memiliki durasi tayang lebih panjang, selain itu berdasarkan lingkungan teknologi saat film ini dibuat memungkinkan film tersebut memiliki alur cerita yang lebih detail dan kompleks. Sedangkan untuk serial Batman Beyond walaupun dengan tema yang sama karena keterbatasan durasi serial (biasanya kurang lebih 30 menit) alur cerita lebih sederhana, namun episode Lost Soul tetap memiliki nilai plus yaitu diadaptasinya cerita tersebut atau setidaknya mampu menginspirasi Transcendence, karena pada tahun 1999 episode Batman Beyond: Lost Soul ini ditayangkan, memiliki sebuah gagasan cerita seperti ini sangatlah luar biasa, kalau ditilik lagi saat itu dunia belum terhubung secara online semuanya layaknya dewasa ini, sebuah ide cerita yang extraordinary yang membuktikan cerita serial Batman selalu AWESOME dan Batman selalu BADASS🙂 ..

Analisis: Kepergian Conte dari Juventus, Sebab dan Akibatnya

sempre_conte__by_nucleo1991-d6m63og

“In Conte We Trust”, sering kita lihat banner tersebut menghiasi Juventus Stadium saat Juventus berlaga. Bahkan lucunya slogan tersebut juga sering digunakan sebagai lelucon pilpres di Indonesia, para Juventini di Indonesia sering membuat poster kalau mereka lebih memilih Conte maju sebagai calon Presiden RI. Yah itu semua bentuk kecintaan kami para Juventini Indonesia terhadap Allenatore Conte.

IMG-20140716-WA0028Tapi apalah daya kecintaan ini berbentuk kecewa dan kesedihan  Conte resmi diumumkan mengundurkan diri tanggal 16 Juli 2014, seperti dilansir oleh akun twitter resmi Juventus “@juventusfcen: English subtitles of Antonio Conte’s interview are now available on our official YouTube channel. http://t.co/bjpdJAfgjR”. Semua Juventini tentunya sontak terkejut dibalut kekecewaan yang mendalam bagaimana tidak, berita ini terjadi begitu saja, tidak ada gossip berhembus yang menandakan Conte akan meninggalkan Juventus. Bahkan sehari sebelumnya latihan pra musim di Vinovo pun Conte masih melatih anak-anak asuhnya.

Diakhir musim Conte sempat menyatakan pendapatnya tentang kiprah Juventus yang tidak dapat dia tingkatkan lagi dengan squad yang ada saat ini. Ini memang mengindikasikan bahwa Conte menginginkan Juventus melakukan penyegaran dengan menggaet beberapa pemain baru incarannya. Kepergian Conte masih menjadi tanda tanya besar untuk kita semua para Juventini, diklaim oleh beberapa media di Italia Conte mengundurkan diri karena alasan kurangnya motivasi secara personal untuk melanjutkan kejayaan Juventus musim depan, namun yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah kenapa pihak manajemen seolah-olah tidak mencegah kepergiannya? Berikut salah satu analisis ngawur dari saya sebab dan akibat terhadap kepergian Conte.

Banyak yang mengatakan alasan Conte meninggalkan Juventus adalah tidak adanya keselarasan terkait kebijakan transfer pemain antara Conte dengan pihak manajemen Juventus. Mulanya Juventus gagal menggaet Alexis Sanchez, pemain berkebangsaan Chile ini malah resmi bergabung dengan Arsenal, padahal sebelumnya Sanchez telah memiliki kesepakatan personal dengan Juventus, kedekatan Sanchez dengan rekan senegaranya Arturo Vidal dan Mauricio Isla di Juventus juga menjadi faktor utama Sanchez kala itu memilih Juventus dibandingkan club-club lain. Santer juga terdengar kabar bahwa Conte juga turut membujuk Sanchez langsung.  Namun apa daya kebijakan transfer dari pihak manajemen Juventus yang selalu berpegang teguh pada “Low Price, High Impact” banderol mahal dari Barca untuk Sanchez pun membuat pihak manajemen Juventus mundur. Tak hanya Sanchez, dikabarkan pada malam sebelum Conte mengundurkan diri Juventus ternyata gagal mendapatkan Iturbe salah satu pemain incaran Conte, Verona dikabarkan sudah sepakat dengan nilai transfer Iturbe ke Juventus namun  agen Iturbe masih tidak sepakat karena Gustavo Mascardi sebagai agen memiliki 10% nilai dari kontrak Iturbe. Gagalnya Juventus dalam menggaet Iturbe seperti langsung membulatkan tekad Conte saat itu juga untuk mengirimkan surat pengunduran dirinya ke pihak manajemen.

Selain itu saya berfikir sepertinya pihak menajemen menginginkan Juventus menurunkan tensinya, karena  3 tahun terakhir ini tensi Juventus untuk membuktikan diri begitu tinggi, penuh tekanan dan itu juga tentunya dirasakan oleh semua elemen/lapisan di Juventus termasuk jajaran Direksi dan pihak manajemen, dengan Conte tetap melatih musim depan, tentu Conte bukan seseorang dengan tipikal yang mudah puas, pasti Conte ingin tetap lebih. Pihak manajemen akan tetap merasakan tekanan kebutuhan yang tinggi. Salah satu bentuk tekanan kebutuhan yang tinggi adalah permintaan transfer Conte. Bukannya pihak manajemen tidak menginginkan Conte, tapi manajemen terkesan tidak mau memperjuangkan kalau Conte memang pergi, ya kalau boleh saya berpendapat kasarannya pihak manajemen Juventus ingin lebih santai sedikit menikmati jerih payah prestasi selama 3 tahun belakangan ini, melihat jumlah investasi yang dilakukan Juventus juga sangat besar di 3 musim yang lalu.

1405484051812

Selain sebab, saya juga berusaha membahas akibat yang terjadi di Juventus terkait kepergian Conte. Musibah sebenarnya bisa beruntun terjadi dengan kepergian Sang Allenatore, para pemain yang sudah setuju bergabung dengan Juventus seperi Morata dan Evra menyatakan penundaan transfer terkait belum adanya kejelasan siapa pelatih Juventus musim depan, tentunya besar kemungkinan alasan mereka bergabung dengan Juventus adalah ketertarikan mereka terhadap sosok Conte, bagaimana cara Conte menangani sebuah club seperti Juventus yang mulanya dirundung paceklik gelar. Conte juga terkenal mampu membuat para pemain muda bersinar di Juventus, lihatlah Pogba dan Vidal. Ternyata tak hanya pemain muda pemain veteran macam Pirlo pun dapat dipoles kembali menjadi Raja Arsitektur permainan Sepak Bola seantero negeri Italia. Tevez yang juga terkenal sebagai pemain yang sulit diatur juga takluk ditangan Conte dengan merengkup posisi ke tiga peraih gol terbanyak di Serie A Italia musim lalu. Dapat disimpulkan banyak pemain tertarik untuk dilatih Conte bukan karena prestasi Juventus yang menjadi juara 3 kali berturut-turut di Serie A Italia, atau bahkan tentunya bukan karena gemerlapnya kompetisi serie A yang memang dalam beberapa musim ini kita ketahui kalah pamor dengan EPL, Liga Spanyol, bahkan Bundesliga.

IMG-20140716-WA0008IMG-20140716-WA0009

Dari foto diatas terdapat beberapa pemain yang memang memiliki kedekatan khusus salah satunya Vidal, Conte melatih Vidal secara khusus dan terpisah sampai terkadang kondisi fisik Vidal tidak mampu mengikuti latihan yang diterapkan Conte, namun di gambar lainnya terlihat Vidal memeluk erat allenatore Conte saat ia berhasil membawa Juventus meraih kemenangan. Mungkin dalam hatinya saat itu dia sangat bersyukur karena Conte lah yang mampu membuat dirinya menyumbangkan kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan. Berbicara mengenai Vidal, tentunya kita juga sudah mendengar gossip kepindahannya selama Piala Dunia berlangsung, kabar yang terus berhembus terdengar bahwasanya Manchester United siap merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan Vidal ke Old Traford. Bagaimana nasibnya setelah kepindahan Conte? Mungkin tidak ada ikatan tersendiri yang membebani Vidal ketika ia memang harus memilih sejumlah iming-iming besar gaji ataupun angan-angan prestasi yang lebih tinggi dari club-club bergengsi diluar serie A Italia. Pogba pun saat ini terancam dengan kondisi yang hampir sama dengan Vidal, ketika club lain banyak yang mengincar dan berkurangnya ikatan dirinya dengan elemen yang ada di Juventus bukan tak mungkin dua pemain tersebut akan hijrah dari Juventus. Sebuah rangkaian musibah yang dapat terjadi saaat Conte pergi.

Sampai saat saya menulis Blog ini Juventus belum memutuskan pelatih pengganti Conte, santer terdengar kabar penggantinya adalah Mihajlovic atau Allegri. Sesuatu yang hilang akan kita lihat dari para pemain Juventus musim depan yaitu GRINTA.

 

IMG-20140716-WA0012

 

*Grinta adalah sebutan untuk etos kerja/semangat juang para pemain Juventus yang luar biasa, Para pemain Juventus dari dulu terkenal dengan semangat pantang menyerah, selalu mampu membalikkan keadaan saat tertinggal dari lawan-lawannya. Banyak yg menyatakan grinta/spirit juang para pemain Juventus kembali saat di tangani Conte