Juventus Campione d’Italia 2011/2012

Hari ini hari Selasa, tepat dua hari yang lalu Juventus resmi dinobatkan menjadi juara serie A Italia untuk musim 2011/2012. Euforia keberhasilan Juventus dalam meraih scudetto sampai malam ini pun masih sangat terasa. Timeline saya di twitter dalam 2 hari ini masih berkutat tentang kemenangan Juventus begitu pula dengan rekan-rekan Juventini yang saya follow. Mungkin bagi followers saya yang bukan juventini merasa terganggu akan hal ini, mungkin dalam hati mereka berkata “buset ini anak lebay banget yak, dari kemarin ngetweet juve mulu!”. Tak apalah toh saya juga sudah minta maaf lewat twitter kalau-kalau memang saya secara tidak sengaja melakukan spam, memenuhi timeline mereka yang bukan Juventini dengan tweet Juventus saya.

Oke lalu apa sih sebenarnya yang membuat saya dan rekan-rekan Juventini lainnya merasa heboh banget sampai-sampai euforia keberhasilan scudetto ini terasa berhari-hari. Ini soal penantian selama kurang lebih 6 tahun. Bagi saya yang cuma mendukung Juventus sebagai tim favorit, hal ini tentu sangat spesial setelah tim favorit saya puasa gelar bertahun-tahun. Puasa gelar Juventus yang notabene tim paling perkasa se-Italia adalah hal yang tidak biasanya terjadi. semua ini dikarenakan 6 tahun yang lalu Juventus terlibat skandal calciopoli yang kita semua tahu bahwa skandal ini hanyalah rekaan oleh pihak tertentu yang tidak senang melihat dominasi Juventus di Italia sangat kuat. Skandal calciopoli ini sangat mempengaruhi prestasi Juventus, setelah kasus calciopoli juventus harus merombak manajemen tim dan pemain-pemain Juventus banyak yang hijrah ke klub lain (dikarenakan Juventus saat itu didepak ke Serie B sebagai hukuman kasus calciopoli tersebut). Juventus bisa dikatakan seperti membangun tim dari awal lagi saat itu, sangat sedih melihatnya. Setelah kembali dari Serie B ternyata penampilan Juventus bukannya malah membaik, musim demi musim penampilan Juventus semakin buruk. Musim lalu pun Juventus bahkan tidak bermain untuk kejuaraan di Eropa, jelas semakin banyak tifosi lain yang mencemooh Juventus, kepopuleran Juventus merosot tajam! Anak-anak jaman sekarang hanya kenal tim sepak bola Barcelona, Real Madrid, Manchester United, Manchester City, AC Milan dan Inter Milan. Salah satu buktinya adalah teman adik perempuan saya yang masih duduk di bangku SMP. Adik saya tahu betul saya seorang Juventini, ketika itu dia iseng mencoba menanyakan tentang Juventus kepada salah seorang temannya yang katanya penggila bola, ketika ditanya teman adik saya tersebut menjawab “apaan juventus, ah juve mah hoki doang, lihat aja nanti kalah terus!”. Perjuangan mendukung juventus 6 tahun belakang ini sangat penuh perjuangan air mata dan luka di hati. Banyak tifosi-tifosi tim lain yang sering meremehkan Juventus bahkan menghina, mengait-ngaitkan Juventus dengan skandal calciopoli yang sebenarnya tidak benar adanya.

Yah, dari alasan di ataslah yang memang membuat scudetto kali ini terasa sangat spesial. Saya dan Juventini di seluruh dunia sangat bahagia seperti bermimpi! Kali ini seluruh dunia harus dipaksa kembali melihat keperkasaan Juventus. Sampai tersisa satu pertandingan lagi Juventus belum terkalahkan, satu-satunya tim di liga top eropa yang belum terkalahkan hingga menjelang satu pertandingan tersisa. Semoga hingga musim ini resmi ditutup Juventus tetap menjadi tim yang tidak terkalahkan dan ini akan menjadi musim paling spesial yang pernah saya rasakan dalam membela Juventus. FORZA JUVENTUS PER SEMPRE!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s