Mengenal Cloud Computing

Dewasa ini kata Cloud Computing telah menjadi sebuah “Hot Word” di dunia teknologi informasi dan komunikasi, cloud computing dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi komputasi awan. Secara sederhana cloud computing didefinisikan sebagai gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (cloud/awan). Cloud (awan) merupakan metafora dari internet, karena pada sebuah diagram jaringan komputer, internet sering digambarkan sebagai cloud dan dalam cloud computing, cloud juga merupakan abstraksi dari infrastruktur jaringan yang rumit yang disembunyikan. Cloud computing juga dapat didefinisikan sebagai kegiatan menyelesaikan suatu proses atau perhitungan (computing/komputasi) melalui internet dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki suatu kumpulan komputer yang saling terhubung di suatu tempat (server), dimana sebuah informasi yang dibutuhkan atau dihasilkan untuk proses tersebut disimpan dalam server (di internet) dan juga disimpan sementara di komputer pengguna (client).

Untuk lebih memperjelas penjelasan di atas, mari kita simak contoh berikut ini.

Sebuah perusahaan ingin memastikan semua karyawannya memiliki komputer yang di dalamnya terdapat software-software yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Perusahaan tersebut harus membekali masing-masing karyawannya sebuah komputer dengan spesifikasi hardware yang sesuai, yang mampu menjalankan software-software yang dibutuhkan. Perusahaan juga harus membeli software atau lisensi software yang dibutuhkan agar bisa digunakan di setiap komputer karyawannya secara legal. Jika ada penambahan karyawan baru tentunya perusahaan juga harus membekali lagi komputer dan software untuk karyawan barunya. Hal ini dirasa sangat tidak efektif bagi perusahaan dan disinilah peran cloud computing yang dapat memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Perusahaan tersebut kini tidak perlu membekali komputer dengan spesifikasi hardware tertentu dan juga software yang terinstall di masing-masing komputer karyawannya. Karyawan pada perusahaan tersebut hanya perlu menggunakan satu aplikasi untuk log in ke sebuah layanan berbasis web yang menyediakan semua aplikasi yang dibutuhkan bagi karyawan. Layanan cloud biasanya disediakan oleh perusahaan lain. Server remote yang dimiliki perusahaan lain ini akan menjalankan setiap aplikasi yang dibutuhkan bagi karyawan, mulai dari email, aplikasi office hingga aplikasi analisis data yang kompleks. Dengan adanya cloud computing perusahaan tersebut dapat menghemat biaya dan efisiensi lebih baik karena menggunakan anggaran yang lebih rendah untuk sumber daya dari perusahaan.

Sebagai contoh cloud computing lainnya saat ini kita dapat lihat layanan-layanan cloud computing milik Apple dan Google. untuk Apple mungkin sering kita dengar iCloud, fasilitas yang ditawarkan ketika kita membeli produk-produk Apple yaitu Mac, iPad, iPhone dan iPod. iCloud ini merupakan cloud storage yang memungkinkan pengguna perangkat Apple untuk menyimpan data-data seperti musik, foto, dokumen dan lain-lainnya ke sebuah server remote dan memungkinkan data-data tersebut untuk tersinkronisasi langsung ke perangkat Apple milik kita lainnya, seperti jika kita mengambil foto dan mengunduh lagu dari iPhone kita, secara langsung foto dan musik tersebut juga tersedia di iPad atau macbook milik kita.

Layanan Cloud milik apple, iCloud

Untuk layanan cloud milik google kita dapat lihat Google Docs, sebuah aplikasi pengolah kata, spreadsheet, gambar dan presentasi berbasis web yang memungkinkan pengguna mengedit berkas melalui web sehingga pengguna tidak perlu menginstall aplikasi-aplikasi office tersebut di dalam komputernya. Hasil pengolahan dokumen Google Docs tersebut dapat disimpan dalam perangkat pengguna ataupun disimpan secara online.

Salah satu layanan Cloud milik Google, Google Docs

Arsitektur Cloud Computing

Untuk arsitektur cloud computing, akan lebih mudah dipahami jika kita membaginya ke dalam dua bagian, yakni front-end dan back-end. Keduanya terhubung melalui sebuah jaringan internet. Front-end terletak pada sisi pengguna atau client, sedangkan back-end adalah bagian “cloud/awan” dalam sistem ini.

Front-end mencakup komputer (atau jaringan komputer) client, dan aplikasi yang diperlukan untuk mengakses sistem cloud computing. Tidak semua sistem cloud computing memilikin interface yang sama. Untuk mengakses layanan Web 2.0 seperti email berbasis web hanya dibutuhkan web browser biasa, seperti Firefox, Internet Explorer, atau Opera.

Namun, adapula sistem cloud computing yang memiliki aplikasi sendiri (proprietary) yang harus diinstall di komputer client. Sementara itu, pada sisi back-end dari sistem cloud computing terdapat beragam komputer, server, dan sistem penyimpanan data, yang kesemuanya menciptakan “cloud/awan” bagi layanan komputasi.

Secara teori, sebuah sistem cloud computing mencakup semua program komputer yang dapat kita bayangkan, dari data processing hingga video game. Biasanya, setiap aplikasi dijalankan dan memiliki server sendiri (dedicated server). Sebuah server pusat mengatur jalannya sistem, seperti memonitor lalu lintas, dan permintaan client untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Arsitektur sederhana dari sebuah cloud computing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s