Bagaimana Video Conference Bekerja?

Video conference (Indonesia: konferensi video) telah menjadi sarana yang sangat berguna bagi bisnis kecil maupun bisnis besar saat ini. Video conference memungkinkan seseorang/sekelompok orang dari tempat yang terpisah mampu berkomunikasi secara real-time menggunakan video dan audio. Dengan menyertakan video dalam komunikasi audio hal ini akan mempermudah dalam menghubungkan tim dan rekan bisnis sehingga konferensi yang tercipta lebih efektif ketimbang jika berkomunikasi hanya menggunakan audio. Video conference juga dinilai dapat menghemat biaya perjalanan yang tercipta jika diperlukan sebuah konferensi antar tim dan rekan bisnis yang terpisah jarak yang jauh dan tentunya video conference juga dapat menghemat waktu perjalanan ke tempat konferensi.

Ada dua tipe video conference, point-to-point dan multipoint. Dimana video conference point-to-point merupakan metode sederhana yang menggunakan dua buah komputer untuk saling terhubung menggunakan single IP address. Biasanya point-to-point digunakan untuk video phone calls yang sifatnya lebih personal. Video conference point-to-point menggunakan web cam dan microphone yang terpasang di masing-masing komputer pengguna sehingga pengguna bisa berbicara dan saling melihat lawan bicara.

Sedangkan video conference multipoint digunakan ketika akan melakukan video conference dengan lebih dari 2 peserta. Pada dasarnya perangkat yang harus tersedia pada video conference multipoint ini sama dengan point-to-point dimana di kedua belah pihak pengguna video conference harus terdapat perangkat video input, video output, audio input dan audio output. Namun pada video conference multipoint biasanya digunakan perangkat tambahan yaitu MCU (Multi-Connector Unit). MCU ini dapat memudahkan kita sebagai admin dalam mengatur komunikasi yang melibatkan banyak pengguna/peserta. Bagi pengguna yang hanya ingin melihat jalannya konferensi pun bisa mengakses ke dalam MCU dan tampilannya berbentuk streaming.

Teknologi dan Perangkat yang digunakan untuk Video Conference

Video conference bekerja menggunakan berbagai gabungan dari teknologi-teknologi yang berbeda. Beberapa teknologi diantaranya merupakan perangkat keras (hardware) dan teknologi lainnya berupa perangkat lunak (software). Berikut merupakan teknologi beserta perangkat yang digunakan untuk membangun sebuah video conference.

Video Input

Video input biasanya terdiri dari perangkat seperti web cam atau kamera video. Untuk video conference yang besar biasanya tedapat dua atau lebih perangkat untuk video input.

Video Output

Video output bisa berupa TV set standar, set layar digital, ataupun menggunakan perangkat proyektor digital.

Audio Input

Untuk audio input dalam video conference tentunya digunakan perangkat microphone. Microphone dapat dipasang di masing-masing peserta conference atau dapat dipasang secara terpusat.

Audio Output

Audio Output biasanya terdiri dari speakers. Speakers bisa dalam bentuk headphone yang terpasang di masing-masing peserta ataupun dipasang secara terpusat.

Codec

Codec berguna untuk melakukan konversi data analog ke digital atau digital ke analog. ADC (analog-to-digital converter) sebuah kamera video mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, yang kemudian sinyal tersebut melewati sebuah kompresor video untuk ditransmisikan secara digital. Sebuah perangkat penerima kemudian menjalankan sinyal tersebut melalui dekompresor video, kemudian sinyal tersebut dikonversikan kbentuk awal menggunakan DAC (digital-to-analog converter).

Cara Kerja Codec

MCU

Ketika ingin melakukan video conference dengan lebih dari dua peserta atau multipoint. MCU dapat mengendalikan dan mengatur video conference yang sedang berlangsung. Hal ini memudahkan admin mengatur komunikasi yang melibatkan banyak peserta. MCU bisa diibaratkan sebagai perangkat yang mampu membuat sebuah virtual room yang digunakan untuk konferensi. MCU bisa membuat banyak virtual room yang masing-masing virtual room tersebut digunakan untuk konferensi yang berbeda-beda.

 Skema hubungan MCU dengan Endpoint

Perangkat Lunak

Perangkat lunak berupa aplikasi yang digunakan untuk menampilkan video dan audio di dalam video conference, contohnya seperti aplikasi Yahoo Messenger, MSN Messenger, Skype dan lain-lainnya.

Video conference di transmisikan melalui koneksi internet biasa atau melalui koneksi broadband yang disediakan oleh ISP (Internet Service Provider). Disini penggunaan perangkat lunak yang berfungsi mengkompresi data juga diperlukan agar tidak terjadi koneksi yang lamban akibat penggunaan sejumlah besar bandwith yang sedang digunakan oleh data video dan audio melalui jaringan.

Advertisements

Men in Black 3 [review]

Men in Black 3 kembali menceritakan tentang petualangan Agen J (Will Smith) dan Agen K (Tommy Lee Jones) yang tergabung ke dalam sebuah organisasi rahasia yang bertugas untuk menjaga kehadiran alien di bumi tetap rahasia. Di Men in Black 3 ini selain menjaga kerahasiaan para alien yang tinggal di Bumi, ternyata dua agen ini harus berhadapan dengan penjahat intergalaksi yaitu Boris the Animal (Jemaine Clement) yang berhasil melarikan diri dari penjara khusus LunarMax yang berada di Bulan. Boris the Animal kemudian berusaha untuk kembali ke masa lalu di tahun 1969 dimana di tahun itu Boris berhasil ditangkap oleh Agen K dan Boris the Animal gagal menginvasi Bumi. Setelah berhasil kembali ke masa lalu Boris the Animal bertujuan untuk membunuh Agen K muda dan mengubah masa depan karena jika Agen K muda berhasil dimusnahkan di masa lalu maka Boris dan bangsa aliennya akan berhasil menginvasi Bumi. Agen J yang mengetahui hal ini tidak bisa tinggal diam dan menyusul Boris the Animal kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Agen K muda.

Kembalinya mega bintang Will Smith dan Tommy Lee Jones dalam memerankan agen khusus bersetelan jas hitam, kacamata hitam dan dengan peralatan khas MIB yaitu penghilang ingatan (Neuralyzer) dapat dibilang sangat sukses. Masyarakat pencinta film sepertinya sudah sangat menantikan kehadiran mereka berdua setelah Men in Black 2 hadir 10 tahun yang lalu. Saat ini pun kedigdayaan The Avengers yang menempati urutan pertama Box Office dalam beberapa pekan yang lalu sudah tergeser oleh Men in Black 3.

Secara keseluruhan film bergenre action, komedi dan sci-fi ini sangat menghibur. Banyak adegan yang akan membuat kita terpingkal-pingkal ketika menyaksikan film ini, bahkan disaat adegan laganya sekalipun. Sampai saat ini rating yang tertera di IMDB untuk Men in Black 3 adalah 7.2 dan untuk penilaian saya pribadi Men in Black 3 mendapatkan nilai