Pintar dalam Jejaring Sosial

Dewasa ini kehidupan sosial kita tidak lepas dengan yang namanya jejaring sosial. Bahkan ada yang mengatakan jejaring sosial itu membuat yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh. Semua kemudahan berkomunikasi bisa kita dapatkan pada jejaring sosial.

Agar menjadi pengguna yang pintar dalam berjejaring sosial terdapat etika-etika yang harus kita terapkan. Memang etika-etika tersebut tidak tertulis namun disinilah pentingnya, karena kita tahu pada situs jejaring sosial kita bebas melakukan apa saja yang kita inginkan, dari bebas meng-update status, bebas meng-upload foto maupun video, hingga bebas berteman dengan siapa saja.

Lalu apa saja etika yang harus kita patuhi dalam berjejaring sosial? Diantaranya adalah:

Etika berstatus ria

Hal ini menjadi sesuatu yang cukup vital dalam sebuah jejaring sosial, dari status terkadang kita bisa mengetahui sifat dari pengguna jejaring sosial. Ketika ingin menulis status hendaknya dipikirkan secara matang, apakah tulisan yang anda tulis itu berefek baik atau berefek buruk bagi orang lain yang membaca status anda. Jangan sekali-kali melampiaskan kemarahan anda pada situs jejaring sosial dengan kata-kata kotor, anda akan terlihat bodoh, kekanak-kanakan dan tidak bijaksana dalam menghadapi sesuatu. Tentunya kita semua masih ingat tentang kasus luna maya yang dituntut oleh media gara-gara statusnya yang berisi penghinaan terhadap media infotainment dan masih banyak contoh lainnya yang tentunya sering kita lihat di jejaring sosial milik kita.

Etika meng-upload foto

Upload foto yang kira-kira tidak mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Sebenarnya aturan meng-upload foto ini sudah terdapat pada situs-situs jejaring sosial, umumnya situs-situs tersebut akan otomatis menghapus foto-foto yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan, namun tidak jarang kasus dimana foto-foto tersebut belum sempat terhapus foto yang sudah terlanjur diupload kemudian didownload dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jadi dimana menurut anda foto itu tidak pantas untuk di publish, jangan sekali-kali menguploadnya.

Etika penggunaan nama profil

Gunakanlah nama profil sesuai nama asli anda, akan terlihat tidak dewasa ketika anda menggunakan nama samaran untuk sebuah nama profil pada jejaring sosial, kecuali anda sedang bermain game online tak mengapa jika anda menggunakan nama samaran. Penggunaan nama sesuai nama asli ini juga akan memudahkan teman-teman lama anda untuk mengenali anda di situs jejaring sosial.

Etika menambah teman

Tambahkanlah teman yang memang benar-benar anda kenal, tentunya hal ini juga mengurangi resiko tindak kriminalitas yang terjadi di dunia maya. Salah satu contoh kasus kriminalitas menggunakan jejaring sosial yang populer dan paling sering kita dengar mungkin adalah pemberitaan di media massa tentang kasus dibawa kaburnya seorang pemudi  oleh seorang pemuda yang dikenalnya hanya lewat facebook. Banyak teman di situs jejaring tidak menjadi tolak ukur kepopuleran anda.

Mungkin masih banyak etika-etika yang bisa kita terapkan dalam kehidupan jejaring sosial kita, semua kembali kepada penggunanya, jika kita dewasa dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi yang ada tentunya hal tersebut akan menambah produktifitas kita namun jika kita masih belum bisa memanfaatkan teknologi yang ada bukan tidak mungkin kalau teknologi tersebut berbalik menjadi sesuatu yang merugikan untuk diri kita sendiri.

Advertisements

Kenapa Butuh Punya Banyak Akun SocMed?

socmed

Social Media saat ini sudah menjadi lifestyle, alasan tersebut secara tersirat mampu menjawab pertanyaan dari judul artikel diatas. Ketika kita bicara masalah lifestyle  tentunya kita akan berbicara tentang apa yang paling terbaru dan terpopuler saat ini. Lifestyle sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern, jika berbicara tentang lifestyle ada beberapa kategori lifestyle, yaitu fashion, desain, dan teknologi. Ketiga kategori tersebut memang paling erat dengan lifestyle masyarakat modern saat ini. Social media masuk ke dalam kategori lifestyle teknologi. Gengsi masyarakat modern yang tinggi menuntut kita agar tidak tertinggal teknologi terbaru dan terpopuler agar tidak dibilang gaptek.

Dapat diambil contoh ketika awal jaya socmed facebook, satu persatu orang hijrah dari friendster dan myspace untuk menjajal socmed baru facebook. Satu persatu teman kita hilang beralih ke socmed yang baru, dan tentunya akan tampak lucu jika kita masih bercokol di socmed yang lama, akan berinteraksi dengan siapa kita lantas? Karena teman-teman kita sudah hijrah menggunakan socmed lainnya. Mau tidak mau kita akan otomatis menggunakan socmed yang paling terbaru dan populer.

Faktor yang menjadi senjata andalan bagi para socmed baru yang ada tentunya adalah fitur baru yang ditawarkan. Namun sejauh dan secanggih fitur baru tersebut, ternyata pada hakikatnya fitur-fitur tersebut tidaklah jauh berbeda dengan yang sudah dimiliki oleh para socmed-socmed sebelumnya. Ambilah contoh socmed Quora yang hadir seperti Twitter dengan gaya Q&A, atau persilangan antara wikipedia.com dengan answer.com, atau Google+ yang fiturnya seperti Facebook dengan tampilan dan cara mengundang teman yang berbeda (dimana di google+ ada fitur circle untuk mengelompokkan teman).

Pentingnya kita untuk mengikuti sebuah lifestyle terkadang, mengeleminasikan kebutuhan kita yang sebenarnya. Dari pengamatan penulis terhadap fenomena populernya sebuah socmed, ada faktor lain selain fitur canggih sebuah socmed. Karena socmed ini sudah menjadi sebuah lifestyle maka jika kita berbicara lifestyle, kategori lifestyle yang satu dengan yang lainnya harus saling terintegrasi dengan baik. Agar lifestyle terbaru yang sedang kita ikuti menjadi lengkap. Selain social media, hal yang erat dengan lifestyle teknologi adalah gadget. Tak dapat dipungkiri populernya socmed yang ada saat ini diikuti oleh populernya gadget yang beredar di masyarakat. Ambil contoh terbaru dari kasus ini, yaitu instagram, socmed yang satu ini awalnya hadir di sistem operasi mobile milik apple yaitu iOS, socmed ini hadir menjelma menjadi sebuah aplikasi yang praktis untuk menambah efek atau filter dari hasil jepretan kamera iPhone kita untuk kemudian dapat dishare langsung dan teman-teman yang follow akun kita dapat mengomentari foto tersebut. Aplikasi-aplikasi serupa juga sudah banyak bermunculan di Android, namun setelah instagram dilaunch untuk android, mutlak tak ada lagi aplikasi serupa diandroid yang dapat mengalahkan instagram.

Trend seperti inilah yang mulai dimanfaatkan oleh socmed-socmed baru seperti Path dan Pinterest, yang mulai bergerilya untuk mendapatkan penggunanya dari dua sistem operasi paling populer saat ini yaitu iOS dan Android. Ketika sudah menggunakan gadget terpopuler juga menggunakan socmed yang terbaru lifestyle yang sedang diikuti menjadi lengkap; terbaru, terpopuler dan tercanggih. Hal inilah yang membuat para pengguna mempunyai banyak akun socmed dengan fitur-fitur yang sebenarnya tak jauh beda dari socmed yang hadir sebelumnya.

Butuh atau tidaknya kita tergantung dari minat kita untuk mengikuti perkembangan lifestyle teknologi yang saat ini ada, tidak ada salahnya juga memiliki banyak akun socmed jika memang setiap socmed tersebut memiliki kelebihannya masing-masing untuk segala kebutuhan bersosial kita.

Note: Tantangan tentunya ada pada pengembang aplikasi dari socmed tersebut, dimana socmed tersebut harus hadir dengan fitur paling komplit, paling beda, desain menarik, user interface sederhana, praktis mudah digunakan dan hadir sebagai sebuah produk aplikasi yang ekslusif yang mampu meningkatkan gengsi penggunanya sehingga lahir sebagai sebuah produk social media yang mampu memenuhi kebutuhan lifestyle terkini.