Analisis: Kepergian Conte dari Juventus, Sebab dan Akibatnya

sempre_conte__by_nucleo1991-d6m63og

“In Conte We Trust”, sering kita lihat banner tersebut menghiasi Juventus Stadium saat Juventus berlaga. Bahkan lucunya slogan tersebut juga sering digunakan sebagai lelucon pilpres di Indonesia, para Juventini di Indonesia sering membuat poster kalau mereka lebih memilih Conte maju sebagai calon Presiden RI. Yah itu semua bentuk kecintaan kami para Juventini Indonesia terhadap Allenatore Conte.

IMG-20140716-WA0028Tapi apalah daya kecintaan ini berbentuk kecewa dan kesedihan  Conte resmi diumumkan mengundurkan diri tanggal 16 Juli 2014, seperti dilansir oleh akun twitter resmi Juventus “@juventusfcen: English subtitles of Antonio Conte’s interview are now available on our official YouTube channel. http://t.co/bjpdJAfgjR”. Semua Juventini tentunya sontak terkejut dibalut kekecewaan yang mendalam bagaimana tidak, berita ini terjadi begitu saja, tidak ada gossip berhembus yang menandakan Conte akan meninggalkan Juventus. Bahkan sehari sebelumnya latihan pra musim di Vinovo pun Conte masih melatih anak-anak asuhnya.

Diakhir musim Conte sempat menyatakan pendapatnya tentang kiprah Juventus yang tidak dapat dia tingkatkan lagi dengan squad yang ada saat ini. Ini memang mengindikasikan bahwa Conte menginginkan Juventus melakukan penyegaran dengan menggaet beberapa pemain baru incarannya. Kepergian Conte masih menjadi tanda tanya besar untuk kita semua para Juventini, diklaim oleh beberapa media di Italia Conte mengundurkan diri karena alasan kurangnya motivasi secara personal untuk melanjutkan kejayaan Juventus musim depan, namun yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah kenapa pihak manajemen seolah-olah tidak mencegah kepergiannya? Berikut salah satu analisis ngawur dari saya sebab dan akibat terhadap kepergian Conte.

Banyak yang mengatakan alasan Conte meninggalkan Juventus adalah tidak adanya keselarasan terkait kebijakan transfer pemain antara Conte dengan pihak manajemen Juventus. Mulanya Juventus gagal menggaet Alexis Sanchez, pemain berkebangsaan Chile ini malah resmi bergabung dengan Arsenal, padahal sebelumnya Sanchez telah memiliki kesepakatan personal dengan Juventus, kedekatan Sanchez dengan rekan senegaranya Arturo Vidal dan Mauricio Isla di Juventus juga menjadi faktor utama Sanchez kala itu memilih Juventus dibandingkan club-club lain. Santer juga terdengar kabar bahwa Conte juga turut membujuk Sanchez langsung.  Namun apa daya kebijakan transfer dari pihak manajemen Juventus yang selalu berpegang teguh pada “Low Price, High Impact” banderol mahal dari Barca untuk Sanchez pun membuat pihak manajemen Juventus mundur. Tak hanya Sanchez, dikabarkan pada malam sebelum Conte mengundurkan diri Juventus ternyata gagal mendapatkan Iturbe salah satu pemain incaran Conte, Verona dikabarkan sudah sepakat dengan nilai transfer Iturbe ke Juventus namun  agen Iturbe masih tidak sepakat karena Gustavo Mascardi sebagai agen memiliki 10% nilai dari kontrak Iturbe. Gagalnya Juventus dalam menggaet Iturbe seperti langsung membulatkan tekad Conte saat itu juga untuk mengirimkan surat pengunduran dirinya ke pihak manajemen.

Selain itu saya berfikir sepertinya pihak menajemen menginginkan Juventus menurunkan tensinya, karena  3 tahun terakhir ini tensi Juventus untuk membuktikan diri begitu tinggi, penuh tekanan dan itu juga tentunya dirasakan oleh semua elemen/lapisan di Juventus termasuk jajaran Direksi dan pihak manajemen, dengan Conte tetap melatih musim depan, tentu Conte bukan seseorang dengan tipikal yang mudah puas, pasti Conte ingin tetap lebih. Pihak manajemen akan tetap merasakan tekanan kebutuhan yang tinggi. Salah satu bentuk tekanan kebutuhan yang tinggi adalah permintaan transfer Conte. Bukannya pihak manajemen tidak menginginkan Conte, tapi manajemen terkesan tidak mau memperjuangkan kalau Conte memang pergi, ya kalau boleh saya berpendapat kasarannya pihak manajemen Juventus ingin lebih santai sedikit menikmati jerih payah prestasi selama 3 tahun belakangan ini, melihat jumlah investasi yang dilakukan Juventus juga sangat besar di 3 musim yang lalu.

1405484051812

Selain sebab, saya juga berusaha membahas akibat yang terjadi di Juventus terkait kepergian Conte. Musibah sebenarnya bisa beruntun terjadi dengan kepergian Sang Allenatore, para pemain yang sudah setuju bergabung dengan Juventus seperi Morata dan Evra menyatakan penundaan transfer terkait belum adanya kejelasan siapa pelatih Juventus musim depan, tentunya besar kemungkinan alasan mereka bergabung dengan Juventus adalah ketertarikan mereka terhadap sosok Conte, bagaimana cara Conte menangani sebuah club seperti Juventus yang mulanya dirundung paceklik gelar. Conte juga terkenal mampu membuat para pemain muda bersinar di Juventus, lihatlah Pogba dan Vidal. Ternyata tak hanya pemain muda pemain veteran macam Pirlo pun dapat dipoles kembali menjadi Raja Arsitektur permainan Sepak Bola seantero negeri Italia. Tevez yang juga terkenal sebagai pemain yang sulit diatur juga takluk ditangan Conte dengan merengkup posisi ke tiga peraih gol terbanyak di Serie A Italia musim lalu. Dapat disimpulkan banyak pemain tertarik untuk dilatih Conte bukan karena prestasi Juventus yang menjadi juara 3 kali berturut-turut di Serie A Italia, atau bahkan tentunya bukan karena gemerlapnya kompetisi serie A yang memang dalam beberapa musim ini kita ketahui kalah pamor dengan EPL, Liga Spanyol, bahkan Bundesliga.

IMG-20140716-WA0008IMG-20140716-WA0009

Dari foto diatas terdapat beberapa pemain yang memang memiliki kedekatan khusus salah satunya Vidal, Conte melatih Vidal secara khusus dan terpisah sampai terkadang kondisi fisik Vidal tidak mampu mengikuti latihan yang diterapkan Conte, namun di gambar lainnya terlihat Vidal memeluk erat allenatore Conte saat ia berhasil membawa Juventus meraih kemenangan. Mungkin dalam hatinya saat itu dia sangat bersyukur karena Conte lah yang mampu membuat dirinya menyumbangkan kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan. Berbicara mengenai Vidal, tentunya kita juga sudah mendengar gossip kepindahannya selama Piala Dunia berlangsung, kabar yang terus berhembus terdengar bahwasanya Manchester United siap merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan Vidal ke Old Traford. Bagaimana nasibnya setelah kepindahan Conte? Mungkin tidak ada ikatan tersendiri yang membebani Vidal ketika ia memang harus memilih sejumlah iming-iming besar gaji ataupun angan-angan prestasi yang lebih tinggi dari club-club bergengsi diluar serie A Italia. Pogba pun saat ini terancam dengan kondisi yang hampir sama dengan Vidal, ketika club lain banyak yang mengincar dan berkurangnya ikatan dirinya dengan elemen yang ada di Juventus bukan tak mungkin dua pemain tersebut akan hijrah dari Juventus. Sebuah rangkaian musibah yang dapat terjadi saaat Conte pergi.

Sampai saat saya menulis Blog ini Juventus belum memutuskan pelatih pengganti Conte, santer terdengar kabar penggantinya adalah Mihajlovic atau Allegri. Sesuatu yang hilang akan kita lihat dari para pemain Juventus musim depan yaitu GRINTA.

 

IMG-20140716-WA0012

 

*Grinta adalah sebutan untuk etos kerja/semangat juang para pemain Juventus yang luar biasa, Para pemain Juventus dari dulu terkenal dengan semangat pantang menyerah, selalu mampu membalikkan keadaan saat tertinggal dari lawan-lawannya. Banyak yg menyatakan grinta/spirit juang para pemain Juventus kembali saat di tangani Conte

Advertisements

3 thoughts on “Analisis: Kepergian Conte dari Juventus, Sebab dan Akibatnya

  1. Pingback: Ulasan Paruh Musim: Juventus Bersama Max Allegri, Yay or Nay? | glagahs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s