Buku Elektronik atau Buku Cetak?

20141228025249

Saat ini maraknya pasar tablet juga phablet tentunya membuat hadirnya Buku Elektronik semakin menjamur. Dewasa ini jarang kita lihat orang-orang membawa kesana-kemari sebuah buku, apapun itu genre bukunya, novel, literatur pelajaran, bahkan majalah ataupun Koran. Ya semua genre buku termasuk majalah dan Koran semua sudah ada versi Elektroniknya. Banyak aplikasi pada smartphone ataupun tablet yang menyediakan Buku Elektronik baik yang berbayar maupun yang gratis.

Lahirnya tablet dan phablet, dengan ukuran layar diatas 5 inch tentunya membuat kegiatan membaca kita di gadget tersebut sangat nyaman. Kita pun tidak perlu repot-repot membawa buku yang tebalnya memakan space yang lumayan di tas bawaan kita, dengan satu gadget segala jenis bacaan dapat tersimpan dalam saku celana kita. Itu salah satu keunggulan Buku Elektronik. Tapi bukan berarti Buku Cetak tidak memiliki keunggulan, dan Buku Elektronik tidak memiliki kelemahan. Berikut pembahasan singkat masing-masing keunggulan kedua jenis buku tersebut.

Buku Elektronik

Pros

  • Praktis dan ringkas, berbagai macam buku ada dalam genggaman kita.
  • Karena kebutuhan tinggi akan penggunaan smartphone maka dapat dipastikan Buku Elektronik juga akan selalu menemani keseharian kita dimanapun kita dan smartphone kita berada.
  • Tidak perlu ke toko buku untuk mencari buku baru, aplikasi macam Scoop, Wayang Reader atau Google Playbooks sangat membantu kita untuk mendapatkan buku-buku terbaru.
  • Buku gratis. Ya banyak Buku Elektronik yang memang dibagikan secara cuma-cuma oleh penulis ataupun penerbitnya. Namun tidak jarang juga jika kita cukup cermat kita bisa memperoleh Buku Elektronik versi bajakan yang tersebar luas di dunia maya namun cara yang ini sangat tidak disarankan 🙂 .

Buku Cetak

Pros

  • Sensasi seorang kolektor, ini poin pertama dan juga poin mutlak yang mampu mengungguli semua kelebihan Buku Elektronik, ya jika kita seorang yang gemar membaca dan gemar mengoleksi buku. Tentu bentuk fisik bukan maya akan menjadi kepuasan dan kebanggaan tersendiri. Tak ada yang lebih keren bagi seorang yang gemar membaca selain rak penuh buku koleksi pribadi.
  • Kesan anak pintar, bawa buku kemana-mana dari jaman analog hingga jaman digital saya rasa masih akan membuat kita tampak pintar karena tampak rajin membaca.
  • Tidak akan kehabisan batere, smartphone dan tablet kita kehabisan batere setelah seharian memenuhi aktivitas menelepon, chatting juga bermain game saat kita ingin membaca buku, gadget kita tidak ada disana untuk memuaskan hasrat ingin membaca. Buku Cetak kita lebih dapat diandalkan tanpa mengkhawatirkan kebutuhan charging daya.
  • Lebih bersahabat saat di penerbangan, kita mungkin masih bisa menggunakan gadget kita dengan mode airplane, tapi daripada membuat awak pesawat khawatir apakah gadget kita sudah berada di mode airplane atau belum yang tentunya akan mengganggu konsentrasi membaca kita, akan lebih nyaman jika dari awal yang kita baca adalah sebuah Buku Cetak.

Kelemahan masing-masing jenis buku tersebut tentunya adalah kelebihan yang ditemukan di jenis buku yang satunya 🙂 .

Jadi, apakah anda pro Buku Elektronik atau pro Buku Cetak? Izinkan saya mengetahuinya.

Advertisements

10 Film Terkeren Selama Tahun 2014 yang Harus Kamu Tonton

moviesposter

Tahun 2014 sudah hampir tutup buku, namun yang tak boleh dilupakan adalah di tahun ini banyak bertebaran film-film apik yang menghiasi bioskop-bioskop di tanah air. Buat kamu yang melewatkan film-film keren tersebut, dengan berakhirnya tahun ini beberapa film ini tetap wajib kamu buru untuk ditonton. Berikut beberapa referensi 10 film terkeren selama tahun 2014 versi saya.

The Hobbit: The Battle of The Five Armies

Kembali melanjutkan kisah Bilbo Bagins yang akhirnya berhasil mengambil alih kembali rumah para kurcaci yang dijajah oleh Smaug Sang Naga Penghancur. Namun tak dinyana setelah para Kurcaci berhasil mengambil alih rumah mereka kembali, gunung Erebor ternyata malah diincar oleh banyak pihak. Peperangan antar bangsa yang menghuni Middle Earth pun tak bisa dihindari. Film ini dikemas sangat apik, sebuah penutup yang brilian dari trilogi film The Hobbit. Saya memberikan nilai 9.0 untuk masterpiece ini.

Interstellar

Sekelompok penjelajah ruang angkasa yang ingin meneliti sebuah wormhole, demi kelangsungan umat manusia. Film ini wajib masuk list pertama untuk di tonton jika kamu pecinta film dengan genre Sci-Fi. Nilai 9.0 patut disematkan untuk film ini.

The Mocking Jay Part I

Akhir dari trilogy The Hunger Games yang dibagi 2 part, part 1 menceritakan bagaimana Katniss Everdeen menjadi sosok The Mocking Jay, sosok pelecut semangat bagi warga-warga di distrik-distrik Panem untuk memberontak Capitol. Film ini mempunyai nilai plus yaitu akting dari para aktor dan aktrisnya yang sangat brilian sehingga sangat merepresentasikan sifat dari karakter-karakter yang sebenarnya hanya bisa diungkapkan detail melalui tulisan di Novel Trilogi Hunger Games. Kredit plus bagi para pemainnya yang membuat film ini pantas diberi skor 8.0.

Big Hero 6

Mengisahkan tentang seorang remaja jenius pakar robotika Hiro Tamada, yang setelah lulus SMA di usia belia tidak mempunyai tujuan hidup sebelum akhirnya diberi arahan oleh kakaknya sang pencipta robot gembul berisi angin nan menggemaskan, yang akhirnya robot tersebut memiliki ikatan tersendiri dengan Hiro Tamada. Film ini sangat kocak, menarik, unik juga mengajarkan tentang arti persahabatan. Saya memberi rating 8.0 untuk film animasi satu ini.

Guardian of The Galaxy

Penjaga galaksi yang anehnya terbentuk dari sekumpulan penjahat-penjahat yang namanya sudah terkenal luas di intergalaksi, nasib dan takdir sepertinya terpaksa mempersatukan para kriminal-kriminal tersebut untuk mencegah penghancuran alam semesta. Fun movies to watch with very awesome soundtrack, 8.0 nilai yang cukup mewajibkan kamu untuk menonton Guardian of The Galaxy.

Dawn of The Planet of The Apes

Film ini merupakan lanjutan dari film Rise of the Planet of the Apes (2011), masih melanjutkan tentang cerita kera jenius bernama Caesar namun di sekuel ini Caesar sudah memiliki para pengikut setia dan mampu membuat sistem pemerintahan kerajaan kera sederhananya sendiri. Saya selalu suka franchise film planet of the apes ini. Planet of The Apes versi Tim Burton yang mirip kera sakti ala-ala sci-fi tahun 2001 pun menurut saya sangat apik, ide cerita revolusi kera yang memang secara kepandaian merupakan mamalia terpintar selalu sangat menarik, bukan hal yang tidak mungkin kalau memang nantinya kita benar-benar bisa hidup berdampingan dengan mamalia tersebut. Nilai 8.0 untuk film ini.

The Maze Runner

Film ini diangkat dari novel trilogi The Maze Runner, menceritakan sekumpulan remaja cowok yang dikumpulkan dalam sebuah lokasi ditengah-tengah sebuah Maze, untuk bertahan hidup. Tujuan mereka yang sesungguhnya adalah untuk keluar dengan memecahkan Maze yang selama ini mengurung mereka, namun sebenarnya ada tujuan tersembunyi dibalik kisah para pelari di Maze ini. Silahkan cari tau sendiri dengan menyaksikannya, 8.0 harusnya cukup menggugah rasa ingin menonton film pertama dari trilogi The Maze Runner.

Transcendence

Mengisahkan 2 ilmuwan pasutri yang ahli dipakar kecerdasan buatan. Saking pakarnya sampai-sampai mereka memiliki antifans garis keras yang tidak setuju pengimplementasian kecerdasaan buatan di dalam kehidupan manusia, mungkin pihak anti ini tidak mau hal seperti skynet dalam film terminator terjadi. Alhasil Will Caster sang ilmuwan harus meninggal karena aksi terorisme para anti teknologi tersebut, sehingga akhirnya sang istri Evelyn Caster berusaha men-digitalkan otak sang suami, semua kesadaran sang suami diupload ke dalam sebuah super komputer. Disinilah intrik film tersebut terjadi. Film ini bernilai 7.5 untuk kalian tonton.

John Wick

Jangan sembarangan membuat onar dengan orang asing yang baru kamu temui dijalan, atau orang itu nantinya akan jadi momok yang menghantui hidupmu sampai akhirnya ajal menjemputmu. Keanu Reeves is back! Kalau bukan karena pemeran utamanya aktor yang satu ini mungkin film ini bisa bernilai dibawah 7.0.

Captain America: The Winter Soldier

Captain America bertemu musuh yang seimbang, sama-sama seorang prajurit, sama-sama mempunyai kekuatan fisik yang super. Penuh adegan aksi yang very fun to watch dengan alur cerita yang ringan, tipikal film super hero besutan marvel, 7.0 untuk film marvel satu ini.

Sepotong Cerita Generasi ke Empat

Akhir tahun ini kita diramaikan oleh gegap gempita hadirnya teknologi seluler baru di Indonesia yaitu apa yang lebih dikenal dengan 4G. Buat yang masih meraba-raba apa sih sebenarnya 4G ini. Teknologi ini sebenarnya sudah marak dua tahun lalu di kebanyakan negara maju, namun sesuai prediksi artikel yang saya tulis diawal tahun 2014, 4G akan diluncurkan dan mulai baru akan popular di tahun 2014. Nama 4G berarti 4th Generation, seperti teknologi-teknologi seluler sebelumnya yang selalu diberi nama “angka” plus huruf “G” seperti 2G, 3G, 3.5G (lebih sering disebut dengan teknologi HSPA) dan 3.75G (yang juga lebih familier disebut dengan HSPA+).

Teknologi 4th generation di Indonesia (kebanyakan operator seluler yang menyediakan layanan ini) menggunakan teknologi LTE. LTE yang merupakan singkatan dari Long Term-Evolution merupakan teknologi seluler yang mampu meningkatkan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah spektrum radio atau bahasa sederhananya LTE memiliki kecepatan download dan upload yang jauh lebih besar ketimbang teknologi pendahulunya. Secara arsitektur jaringan teknologi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teknologi pendahulunya dimana pastinya terdapat Radio Network (BTS/Node B) dan Core Network. Kecepatan maksimum LTE secara teori bisa mencapai 299.6Mbps untuk download dan 75.4Mbps untuk upload. Namun,tentunya kebijakan para operator seluler yang menyediakan jaringan ini, akan membatasi kapasitas dan kecepatan untuk pelanggannya sesuai tarif dan paket yang dijual juga demand yang ada di masyarakat suatu wilayah.

Dengan kecepatan up to 299.6Mbps tentunya banyak hal akan lebih mudah kita lakukan di dunia maya, diantaranya mendownload file dengan ukuran besar seperti game, file bermega-mega atau bahkan bergiga-giga selesai didownload hanya dalam hitungan detik. Mari kita ambil contoh jaringan LTE yang mempunyai kecepatan 200 Mbps dan kita akan mendownload game untuk smartphone kita sebesar 2GB. Berapa waktu yang dibutuhkan? Berikut gambaran cara menghitungnya:

Sesuai rumus perhitungan konversi Mbps (nilai Mega bits per second ini bisa kita ketahui dari aplikasi-aplikasi speed test) to MBps (ukuran file yang akan kita download) yaitu:

MBps = Kecepatan koneksi (mbps)/8

= 200 mbps / 8

= 25 MBps

Jika kecepatan koneksi kita 200 mbps maka kita mampu mendownload file sebesar 25 MB per detiknya, kalau file yang akan kita download sebesar 2GB atau sebesar 2000 MB maka:

2000 / 25

= 80 detik atau 1 menit lebih 20 detik, file sebesar 2GB atau 2000MB tersebut berhasil didownload seutuhnya.

Tentunya dengan adanya kecepatan seperti itu, kita juga akan selalu senantiasa menggunakan fasilitas-fasilitas penyimpanan awan (cloud storage) seperti dropbox atau iCloud. Sehingga foto-foto HD (High Definition) hasil jepretan smartphone canggih kita tidak akan memenuhi internal memori. Begitu jepret langsung otomatis diupload ke dropbox atau iCloud. Secara teori kecepatan upload LTE 75 Mbps. Dengan kemampuan kamera di smartphone yang makin membaik tentunya hasil jepretan kamera terebut juga akan memiliki ukuran file/data yang besar, hasil kamera smartphone terkini rata-rata memiliki ukuran sebesar 5MB bila kita melakukan jepretan 10 kali. Tentunya internal memori akan termakan sebesar 50MB namun dengan kecepatan LTE upload up to 75 Mbps, upload foto-foto tersebut ke penyimpanan awan (cloud storage) hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 detik (sesuai rumus diatas).

Semakin cepat kecepatan data internet yang kita punya dewasa ini, akan semakin mendukung segala jenis aktifitas digital yang kita miliki sekarang ini, kehidupan kita saat ini selalu dikelilingi oleh gadget-gadget canggih; smartphone, smartwatch, tablet dan laptop dan semuanya saling tersinkron atau terhubung. Foto yang kita ambil melalui smartphone dapat langsung otomatis kita lihat di tablet ataupun laptop kita, berkat teknologi penyimpanan awan (cloud storage). Semua aktifitas sinkronisasi yang terjadi antara perangkat atau gadget kita semakin tak terlihat dengan adanya kecepatan transfer data via internet yang begitu cepat. Hiburan multimedia macam video streaming dengan resolusi 4K display dengan adanya LTE bukan tak mungkin kita nikmati dengan lancar jaya.

Namun sayangnya teknologi LTE ini baru akan dinikmati di kota-kota besar di Indonesia. Belum masuk menjamah keseluruh wilayah di Indonesia. Mari kita berharap bersama infrastruktur LTE dapat berkembang dengan cepat di Indonesia dan  kita bisa segera menyicipi teknologi LTE dimanapun kita berada, sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya di bidang Telekomunikasi dengan negara maju lainnya.