Sepotong Cerita Generasi ke Empat

Akhir tahun ini kita diramaikan oleh gegap gempita hadirnya teknologi seluler baru di Indonesia yaitu apa yang lebih dikenal dengan 4G. Buat yang masih meraba-raba apa sih sebenarnya 4G ini. Teknologi ini sebenarnya sudah marak dua tahun lalu di kebanyakan negara maju, namun sesuai prediksi artikel yang saya tulis diawal tahun 2014, 4G akan diluncurkan dan mulai baru akan popular di tahun 2014. Nama 4G berarti 4th Generation, seperti teknologi-teknologi seluler sebelumnya yang selalu diberi nama “angka” plus huruf “G” seperti 2G, 3G, 3.5G (lebih sering disebut dengan teknologi HSPA) dan 3.75G (yang juga lebih familier disebut dengan HSPA+).

Teknologi 4th generation di Indonesia (kebanyakan operator seluler yang menyediakan layanan ini) menggunakan teknologi LTE. LTE yang merupakan singkatan dari Long Term-Evolution merupakan teknologi seluler yang mampu meningkatkan kecepatan transmisi secara keseluruhan, kanal transmisi yang digunakan LTE diperbesar dengan cara meningkatan kuantitas jumlah spektrum radio atau bahasa sederhananya LTE memiliki kecepatan download dan upload yang jauh lebih besar ketimbang teknologi pendahulunya. Secara arsitektur jaringan teknologi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teknologi pendahulunya dimana pastinya terdapat Radio Network (BTS/Node B) dan Core Network. Kecepatan maksimum LTE secara teori bisa mencapai 299.6Mbps untuk download dan 75.4Mbps untuk upload. Namun,tentunya kebijakan para operator seluler yang menyediakan jaringan ini, akan membatasi kapasitas dan kecepatan untuk pelanggannya sesuai tarif dan paket yang dijual juga demand yang ada di masyarakat suatu wilayah.

Dengan kecepatan up to 299.6Mbps tentunya banyak hal akan lebih mudah kita lakukan di dunia maya, diantaranya mendownload file dengan ukuran besar seperti game, file bermega-mega atau bahkan bergiga-giga selesai didownload hanya dalam hitungan detik. Mari kita ambil contoh jaringan LTE yang mempunyai kecepatan 200 Mbps dan kita akan mendownload game untuk smartphone kita sebesar 2GB. Berapa waktu yang dibutuhkan? Berikut gambaran cara menghitungnya:

Sesuai rumus perhitungan konversi Mbps (nilai Mega bits per second ini bisa kita ketahui dari aplikasi-aplikasi speed test) to MBps (ukuran file yang akan kita download) yaitu:

MBps = Kecepatan koneksi (mbps)/8

= 200 mbps / 8

= 25 MBps

Jika kecepatan koneksi kita 200 mbps maka kita mampu mendownload file sebesar 25 MB per detiknya, kalau file yang akan kita download sebesar 2GB atau sebesar 2000 MB maka:

2000 / 25

= 80 detik atau 1 menit lebih 20 detik, file sebesar 2GB atau 2000MB tersebut berhasil didownload seutuhnya.

Tentunya dengan adanya kecepatan seperti itu, kita juga akan selalu senantiasa menggunakan fasilitas-fasilitas penyimpanan awan (cloud storage) seperti dropbox atau iCloud. Sehingga foto-foto HD (High Definition) hasil jepretan smartphone canggih kita tidak akan memenuhi internal memori. Begitu jepret langsung otomatis diupload ke dropbox atau iCloud. Secara teori kecepatan upload LTE 75 Mbps. Dengan kemampuan kamera di smartphone yang makin membaik tentunya hasil jepretan kamera terebut juga akan memiliki ukuran file/data yang besar, hasil kamera smartphone terkini rata-rata memiliki ukuran sebesar 5MB bila kita melakukan jepretan 10 kali. Tentunya internal memori akan termakan sebesar 50MB namun dengan kecepatan LTE upload up to 75 Mbps, upload foto-foto tersebut ke penyimpanan awan (cloud storage) hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 detik (sesuai rumus diatas).

Semakin cepat kecepatan data internet yang kita punya dewasa ini, akan semakin mendukung segala jenis aktifitas digital yang kita miliki sekarang ini, kehidupan kita saat ini selalu dikelilingi oleh gadget-gadget canggih; smartphone, smartwatch, tablet dan laptop dan semuanya saling tersinkron atau terhubung. Foto yang kita ambil melalui smartphone dapat langsung otomatis kita lihat di tablet ataupun laptop kita, berkat teknologi penyimpanan awan (cloud storage). Semua aktifitas sinkronisasi yang terjadi antara perangkat atau gadget kita semakin tak terlihat dengan adanya kecepatan transfer data via internet yang begitu cepat. Hiburan multimedia macam video streaming dengan resolusi 4K display dengan adanya LTE bukan tak mungkin kita nikmati dengan lancar jaya.

Namun sayangnya teknologi LTE ini baru akan dinikmati di kota-kota besar di Indonesia. Belum masuk menjamah keseluruh wilayah di Indonesia. Mari kita berharap bersama infrastruktur LTE dapat berkembang dengan cepat di Indonesia dan  kita bisa segera menyicipi teknologi LTE dimanapun kita berada, sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalannya di bidang Telekomunikasi dengan negara maju lainnya.

Advertisements

2 thoughts on “Sepotong Cerita Generasi ke Empat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s