Transcendence (2014) vs Batman Beyond: Lost Soul (1999) [review]

LINEcamera_share_2014-07-31-14-49-48Tepatnya tiga bulan lalu, saya menyaksikan film berjudul Transcendence (2014) yang tokoh utamanya diperankan oleh Johnny Depp. Film tersebut menceritakan seorang ilmuwan bernama Will Caster (Johnny Depp) yang terkenal di bidang kecerdasan buatan. Will mencipatakan sebuah komputer super canggih yang dapat mengimitasi kecerdasan bahkan emosi manusia. Namun penelitian  tersebut ternyata membuat sebagian pihak tidak setuju. Pihak ini dikenal sebagai pihak anti teknologi, dimana manusia tidak akan dan tidak mungkin bisa digantikan dengan kecerdasan buatan dalam bentuk apapun. Serangan frontal pun dilakukan oleh pihak ekstrimis anti teknologi ini. Serangkaian serangan terorisme dilakukan di laboratorium milik Will Caster dan berujung dengan tindakan percobaan pembunuhan Will Caster. Will Caster yang dalam kondisi kritis karena tertembak dengan peluru yang mengandung radiasi tingkat tinggi ini divonis akan kehilangan nyawanya dalam beberapa bulan ke depan. Istri Will yang juga merupakan ilmuwan Evelyn Caster (Rebecca Hall) tidak tinggal diam, visi dan misi milik Will Caster yang belum tercapai membuatnya ingin men-digitalized atau mengkonversi otak Will kebentuk digital untuk kemudian di unggah ke super komputer ciptaan Will. Will Caster pun akhirnya setuju, setelah raga Will Caster tidak mampu lagi melawan racun akibat radiasi, otak Will sepenuhnya sudah mampu di konversi ke bentuk digital. Will Caster yang hidup dalam bentuk digital merasa resource yang dimilikinya saat itu tidak cukup sehingga dia meminta istrinya untuk menyambungkan dirinya secara online dengan jaringan internet yang ada agar memiliki resource yang tidak terbatas. Disinilah intrik cerita film tersebut, dimana Will Caster memiliki semua informasi yang ada di dunia ini, dan dengan terhubung online Will dapat mengendalikan dunia.

Film Transcendence tersebut ternyata hampir sama dengan salah satu episode serial Batman Beyond: Lost Soul (1999), entah mengadopsi atau terinspirasi dari cerita tersebut. Diceritakan di episode Lost Soul, seorang ilmuwan genius bernama Robert Vance yang memiliki perusahaan Vance Enterprise yang bergerak dibidang perangkat komputer super canggih dalam kondisi kritis karena penyakit dan faktor usia yang dialaminya. Namun dengan kondisi kritis yang dialaminya Vance tidak mau menyerah, didorong ambisi perjuangan hidupnya dan rasa tidak percaya terhadap kemampuan cucunya untuk meneruskan perusahaannya juga penelitiannya. Robert Vance lantas meminta cucunya untuk men-digitalized otaknya untuk kemudian mengunggah bentuk konversi digital Robert Vance secara online. Gotham pun dikuasai oleh Robert Vance digital. Di episode ini Robert Vance bahkan mampu menguasai jubah Batman Beyond, karena jubah Batman Beyond ini merupakan jubah paling canggih dimana terdapat rangkaian-rangkaian elektronik yang mampu menambah kekuatan pemakaianya, jubah ini pun terhubung secara online karena di serial Batman Beyond pengguna jubah ini seorang pemuda bernama Terry Mcginnis yang selalu terhubung dan senantiasa menjalankan instruksi Kakek Bruce Wayne di Bat Cavenya. Semua komputer di Bat Cave terpaksa dimatikan dengan adanya peretasan secara massive di jaringan internet Gotham. Tujuan Robert Vance pun diakhir cerita hampir sama dengan Will Caster dimana pada akhirnya bentuk digital tidak akan cukup untuk memenuhi hasrat mereka. Robert Vance dan Will Caster sama-sama menginginkan raga/tubuh manusia.

Dengan tema cerita yang sama Transcendence memiliki nilai plus dibandingkan Batman Beyond: Lost Souls, diantaranya Transcendence memiliki durasi tayang lebih panjang, selain itu berdasarkan lingkungan teknologi saat film ini dibuat memungkinkan film tersebut memiliki alur cerita yang lebih detail dan kompleks. Sedangkan untuk serial Batman Beyond walaupun dengan tema yang sama karena keterbatasan durasi serial (biasanya kurang lebih 30 menit) alur cerita lebih sederhana, namun episode Lost Soul tetap memiliki nilai plus yaitu diadaptasinya cerita tersebut atau setidaknya mampu menginspirasi Transcendence, karena pada tahun 1999 episode Batman Beyond: Lost Soul ini ditayangkan, memiliki sebuah gagasan cerita seperti ini sangatlah luar biasa, kalau ditilik lagi saat itu dunia belum terhubung secara online semuanya layaknya dewasa ini, sebuah ide cerita yang extraordinary yang membuktikan cerita serial Batman selalu AWESOME dan Batman selalu BADASS 🙂 ..

Langit Musik, Bukti Cinta Musik Asli

Sebenarnya saya yakin banyak teman-teman kita tidak ingin mendengarkan lagu bajakan, tapi apa daya membeli lagu orisinal membutuhkan usaha dan kocek lebih, seperti jika membeli CD audio kita harus menkoversikan format lagu dari CD tersebut ke PC untuk kemudian dipindahkan ke perangkat portabel seperti smartphone agar dapat dimainkan dimana saja dan kapanpun kita inginkan. Selain repot tentunya harga CD audio juga tidak murah dan terkadang dari satu album yang ditawarkan di dalam CD tersebut hanya beberapa lagu yang ingin kita dengarkan, dari sudut pandang efisiensi jelas hal tersebut sangat tidak efisien. Mungkin bagi kita yang sudah agak canggih kita cukup familiar dengan music online store milik Apple yaitu iTunes. Keuntungannya tentu kita tidak perlu repot memindahkan/mengkonversi lagu terlebih dahulu seperti jika kita membeli CD Audio, dan iTunes pun menawarkan pembelian lagu yang hanya kita inginkan tanpa perlu membeli satu album artis tersebut. Buy and download lagu tersebut langsung masuk ke seluruh perangkat Apple yang kita miliki. Harga yang ditawarkan pun terjangkau untuk satu lagu berkisar Rp5000- Rp10.000. Tapi tunggu, bagi yang tidak menggunakan perangkat Apple pun pastinya langsung berkomentar bagaimana dengan kami non Apple user. Bagaimana dengan pengguna Android, Blackberry dan Windows Phone? Inilah yang mau saya bahas, semua perangkat baik Android, Blackberry, Windows Phone bahkan juga yang menggunakan perangkat Apple, dapat memiliki akses mendengar secara streaming atau bahkan mengunduh lagu-lagu orisinal dengan Langit Musik.

Sebenarnya Langit Musik sudah hadir beberapa tahun yang lalu, namun kali ini Langit Musik hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh di smartphone-smartphone yang paling banyak digunakan dikalangan masyarakat Indonesia saat ini, seperti Android, BB, iPhone dan Windows Phone. Kalau tadi kita tahu harga Rp 5000 – Rp 10.000 untuk satu lagu di iTunes, di Langit Musik dengan Rp 11.000/30hr kita bisa mendengarkan streaming bahkan full download semua lagu yang tersedia di Langit Musik. Lagu yang tersedia di Langit Musik pun sangat lengkap dari lagu terbaru baik lagu dalam negeri maupun lagu mancanegara yang sedang HITS bahkan Kpop yang sedang IN semua tersedia di Langit Musik, tentunya kita tidak perlu khawatir dan ragu untuk berlangganan layanan dari Langit Musik yang akan memanjakan para pengguna layanan dengan beragam lagu lengkap nan orisinal sesuai genre music yang disukai.

Oh iya sebagai catatan khusus, musik yang kita download dari aplikasi Langit Musik tidak dapat dimainkan menggunakan aplikasi musik player selain aplikasi Langit Musik itu sendiri. Hal ini dikarenakan setiap lagu yang kita download memiliki format .DCF. Format tersebut merupakan format audio yang memiliki copy-protection. Dimana didalamnya tertanam Digital Rights Management (DRM), DRM ini akan berfungi untuk membatasi file tersebut untuk di copy atau diubah, sehingga mencegah terjadinya pembajakan.

langit for my blog

Sekilas tampilan aplikasi Langit Musik di Android

Untuk mempermudah pemilihan lagu, aplikasi langit musik membagi lagu berdasarkan kategori-kategori di halaman utama, selain halaman utama terdapat halaman untuk menampilkan koleksi lagu yang sudah kita unduh, dan juga halaman pemutar lagu (music player) dari Langit Musik yang dapat menampilkan lagu yang sedang diputar beserta lirik lagunya (hanya lagu yang bertanda khusus yang dapat memainkan lirik lagu).

Untuk para pembaca yang ingin langsung mengunduh Aplikasi Langit Musik, silahkan menuju web Langit Musik di http://www.langitmusik.com/ dan unduh aplikasinya sesuai dengat perangkat yang dimiliki.

Happy listening 🙂

Pilih Aplikasi Mobile Messenger yang Mana?

Peran sms dalam komunikasi via text saat ini sudah mulai tergantikan dengan adanya aplikasi-aplikasi mobile messenger. Bagi kita yang sudah mulai meninggalkan kebiasan berkirim pesan melalui sms tentunya sudah tidak asing dengan aplikasi-aplikasi seperti Blackberry Messenger, Whatsapp, Line Messenger dan WeChat. Dari sekian banyak aplikasi messenger yang ada mungkin yang tersebut diatas adalah yang paling populer, lantas manakah aplikasi tersebut yang paling cocok untuk kita? Dibawah ini akan dibahas fitur, keunggulan dan kelemahan dari  masing-masing aplikasi messenger tersebut.

Blackberry Messenger (BBM)

Aplikasi besutan RIM ini tentunya hanya bisa kita nikmati di blackberry operating system. Sehingga kalau kita ingin menggunakan aplikasi messenger ini kita harus memiliki perangkat blackberry. Aplikasi ini terasa sangat powerfull dan sangat efisien jika kita memiliki komunitas yang anggotanya juga menggunakan Blackberry. Penambahan teman pada aplikasi ini dilakukan dengan merequest pengguna lain agar memperbolehkan kita berteman dengannya.

Fitur BlackBerry Messenger

Tampilan Aplikasi BBM 

Whatsapp

Aplikasi lintas sistem operasi yang paling banyak digunakan saat ini. Aplikasi ini tersedia untuk sistem operasi Blackberry, Android, iOS, Nokia Symbian dan Windows Phone. Aplikasi ini sangat sederhana dan ringan digunakan diberbagai sistem operasi, hal tersebut yang menjadi keunggulan utama aplikasi ini. Penambahan teman pada aplikasi ini berbeda dengan BBM yang mengharuskan pengguna untuk merequest pertemanan ke pengguna yang lain. Whatsapp akan langsung melakukan scan nomor kontak yang tersimpan di smartphone kita dan akan langsung memasukkannya ke kontak list whatsapp jika ada nomor pada kontak smartphone kita yang terdaftar di layanan whatsapp. Namun fitur ini sebenarnya dinilai cukup tidak aman dimana sembarang orang akan mampu berkomunikasi dengan kita asalkan orang tersebut menyimpan nomor kita di smartphonenya.

Tampilan Aplikasi Whatsapp di Android

 Line Messenger

Aplikasi yang memiliki user interface paling menarik diantara aplikasi-aplikasi messenger lainnya. Aplikasi Line ini mengandalkan fitur yang dinamakan Sticker. Fitur sticker ini sama dengan emoticon, namun sticker yang dimiliki aplikasi Line ini lebih beragam dan interaktif ketimbang emoticon yang biasa kita jumpai di aplikasi messenger lainnya. Cara menambah teman pada Line sama dengan Whatsapp namun Line ini juga dapat menambahkan teman secara manual melalui scan barcode (seperti BBM), fitur shake it dimana kita dan pengguna yang akan kita tambahkan sebagai teman saling menggoyangkan smartphonenya, selain fitur tersebut kita dapat mendaftar untuk mendapatkan ID sehingga pengguna lain dapat langsung menambah kontaknya dengan memasukkan ID terdaftar kita kedalam aplikasi Line messenger. Aplikasi ini terdapat di sistem operasi iOS, Android, Windows Phone, dan Blackberry. Selain terdapat di sistem operasi mobile Line juga tersedia di sistem operasi Windows dan Mac Os. Sayang aplikasi ini dinilai sangat berat dan sering hang dibeberapa sistem operasi contohnya di sistem operasi Blackberry

Tampilan Aplikasi Line Chat di Android

Tampilan Aplikasi Line Chat di PC

WeChat

Diantara aplikasi-aplikasi messenger diatas hanya aplikasi ini yang memiliki fitur video call. Aplikasi ini tersedia di sistem operasi iOS, Android, Windows phone, dan Nokia Symbian. Untuk penambahan teman pada WeChat hampir sama dengan aplikasi Whatsapp dan Line dimana aplikasi akan melakukan scan otomatis pada kontak yang tersimpan di Smartphone untuk melihat apakah ada nomor seluler yang menggunakan layanan aplikasi ini, namun ada sedikit perbedaan dimana jika pada whatsapp dan Line nomor kontak yang ada akan langsung masuk kontak list pada whatsapp dan Line sehingga kita dapat langsung berkirim pesan ke kontak yang baru masuk tersebut. Pada WeChat setelah diketahui ada kontak di smartphone kita yang menggunakan layanan WeChat kontak tersebut akan terlebih dahulu direkomendasikan kepada kita untuk kemudian di add terlebih dahulu sehingga fitur ini membuat aplikasi messenger ini lebih aman dari gangguan orang-orang yang tidak kita kenal yang mengirim pesan kepada kita.

Tampilan dan Fitur Aplikasi WeChat

Dari keselurahan aplikasi yang sudah dibahas diatas dapat disimpulkan masing-masing aplikasi memiliki fitur-fitur yang diunggulkan, ada yang mengunggulkan sisi kesederhanaan sebuah aplikasi chat, juga ada yang mengunggulkan fitur komunikasi-komunikasi tambahan selain chat, seperti voice call (VoIP) dan juga Video Call, dan tentunya setelah fitur, keunggulan dan kekurangan aplikasi messenger diatas sudah dibahas, untuk pilihan aplikasi diatas yang akan di-install di smartphone kita semua kembali kepada kebutuhan kita masing-masing. Namun sebenarnya tidak ada salahnya jika beberapa aplikasi tersebut ter-install di smartphone milik kita yang pastinya akan menambah variasi pilihan bagi kita untuk berkomunikasi via text.

Men in Black 3 [review]

Men in Black 3 kembali menceritakan tentang petualangan Agen J (Will Smith) dan Agen K (Tommy Lee Jones) yang tergabung ke dalam sebuah organisasi rahasia yang bertugas untuk menjaga kehadiran alien di bumi tetap rahasia. Di Men in Black 3 ini selain menjaga kerahasiaan para alien yang tinggal di Bumi, ternyata dua agen ini harus berhadapan dengan penjahat intergalaksi yaitu Boris the Animal (Jemaine Clement) yang berhasil melarikan diri dari penjara khusus LunarMax yang berada di Bulan. Boris the Animal kemudian berusaha untuk kembali ke masa lalu di tahun 1969 dimana di tahun itu Boris berhasil ditangkap oleh Agen K dan Boris the Animal gagal menginvasi Bumi. Setelah berhasil kembali ke masa lalu Boris the Animal bertujuan untuk membunuh Agen K muda dan mengubah masa depan karena jika Agen K muda berhasil dimusnahkan di masa lalu maka Boris dan bangsa aliennya akan berhasil menginvasi Bumi. Agen J yang mengetahui hal ini tidak bisa tinggal diam dan menyusul Boris the Animal kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan Agen K muda.

Kembalinya mega bintang Will Smith dan Tommy Lee Jones dalam memerankan agen khusus bersetelan jas hitam, kacamata hitam dan dengan peralatan khas MIB yaitu penghilang ingatan (Neuralyzer) dapat dibilang sangat sukses. Masyarakat pencinta film sepertinya sudah sangat menantikan kehadiran mereka berdua setelah Men in Black 2 hadir 10 tahun yang lalu. Saat ini pun kedigdayaan The Avengers yang menempati urutan pertama Box Office dalam beberapa pekan yang lalu sudah tergeser oleh Men in Black 3.

Secara keseluruhan film bergenre action, komedi dan sci-fi ini sangat menghibur. Banyak adegan yang akan membuat kita terpingkal-pingkal ketika menyaksikan film ini, bahkan disaat adegan laganya sekalipun. Sampai saat ini rating yang tertera di IMDB untuk Men in Black 3 adalah 7.2 dan untuk penilaian saya pribadi Men in Black 3 mendapatkan nilai

Dark Shadows [review]

Dark Shadow merupakan film ke-8 hasil kolaborasi sang director Tim Burton dengan sang aktor Johnny Depp. Sebelumnya mereka berdua sudah bekerja sama di film Edward Scissorhands, Ed Wood, Sleepy Hollow, Charlie and The Chocolate Factory, Corpse Bride, Sweeney Todd, dan Alice in Wonderland. Untuk sekedar informasi Dark Shadows ini diangkat dari TV serial yang pernah sukses pada tahun 1966.

Film ini menceritakan tentang Joshua dan Naomi Collins beserta putranya Barnabas Collins, yang berlayar dari Liverpool ke Amerika untuk mengembangkan bisnis keluarga. Keluarga Collins kemudian berlabuh di sebuah kota bernama Maine, dan mendirikan pelabuhan perikanan yang diberi nama sesuai dengan nama keluarga mereka yaitu Collinsport. Keluarga Collins lantas menjadi keluarga yang terpandang dan memiliki kekayaan harta yang melimpah di kota tersebut, namun ternyata kekayaan tidak selalu membuat keluarga Collins bahagia, sebuah tragedi mengerikan terjadi pada keluarga Collins.

Tragedi berawal ketika Barnabas Collins (Johnny Depp) beranjak dewasa menjadi seorang yang tampan dan disegani banyak orang namun ternyata Barnabas merupakan seorang playboy yang terkemuka di kota Maine. Di dalam perjalanan cintanya, Barnabas ternyata menghancurkan hati seorang wanita yaitu Angelique Bouchard (Eva Green) yang merupakan seorang pelayan di keluarga Collins. Barnabas merasa sejak hubungannya dengan Angelique berakhir, kesialan selalu menimpa keluarga Collins. Salah satunya adalah dengan kejanggalan dari kematian kedua orang tua Barnabas. Sejak kematian kedua orangtuanya, Barnabas menjadi terobsesi dengan ilmu sihir karena Barnabas percaya bahwa kematian orang tuanya dikarenakan oleh kutukan dari ilmu sihir dan Barnabas percaya bahwa Angelique merupakaan seorang penyihir yang berada dibalik semua tragedi ini. Di dalam pencarian tentang bukti-bukti bahwa Angelique merupakan seorang penyihir ternyata Barnabas jatuh cinta kepada seorang wanita bernama Josette Dupres (Bella Heathcote). Angelique lantas tidak terima dan menaruh mantra atas diri Josette agar Josette melompat dari tebing untuk bunuh diri. Mantra ternyata tidak diberikan kepada jossete saja, Barnabas pun ternyata terkena mantra kutukan dari Angelique. Barnabas diubah menjadi vampire. Tahu bahwa Angelique tidak bisa mendapatkan cinta Barnabas lagi, Angelique kemudian memberi tahu seluruh warga kota bahwa Barnabas seorang vampire dan Barnabas pun dimasukkan ke dalam peti mati dikubur hidup-hidup oleh ratusan warga kota yang marah.

Dua ratus tahun setelahnya, Barnabas secara tidak sengaja berhasil keluar dari peti mati tersebut dan dia menemukan bahwa ternyata masih ada keturunan keluarga jauh Collins yang tersisa yang tinggal di kota tersebut. Kondisi keluarga Collins yang masih tersisa saat itu memprihatinkan, bisnis keluarga sudah mati dan rumah megah keluarga collins pun tampak bobrok. Barnabas kemudian mencoba untuk mengembalikan kejayaan keluarga Collins layaknya dua ratus tahun yang lalu.

Dark Shadow ini awalnya merupakan sebuah TV serial yang bergenre drama, romance, horror, mistery dan thriller. Namun disini Tim Burton mengubah genre film ini menjadi komedi, fantasi dan romance. Untuk film dengan genre yang seperti ini dan karakter nyentrik seorang Barnabas Collins tentunya bukan masalah bagi seorang Johhny Depp, kita tahu Johhny Depp paling lihai memerankan karakter-karakter nyentrik macam Mad Hatter (Alice in Wonderland), Willy Wonka (Charlie and The Chocolate Factory) dan Jack Sparrow (Pirates of Carribean). Namun disini tidak hanya Johhny Depp yang berhasil memainkan karakternya dengan apik, setiap aktor dan aktris yang berperan di film ini juga berhasil memerankan perannya masing-masing dengan sempurna layaknya mereka tahu betul apa yang diinginkan oleh Tim Burton dan para penonton.

Sampai saat ini rating yang tertera di IMDB untuk Dark Shadows adalah 6.6 dan Dark Shadows berhasil masuk peringkat ke-2 Box Office dengan meraup keuntungan sebesar $ 29.7 M.

Menurut saya pribadi film ini lucu, cukup menghibur dan menarik. Jadi penilaian saya untuk film ini adalah

 

Trilogi The Hunger Games [review]

Trilogi The Hunger Games ini terdiri dari buku pertama yang berjudul “The Hunger Games”, kemudian “Catching Fire” dan buku terakhir yang berjudul “Mocking Jay”. Trilogi ini menceritakan tentang sebuah dinasti pemerintahan yang sangat berkuasa dan adidaya yang dipimpin oleh seorang diktator. Tersebutlah negara Panem namanya. Negara Panem ini memiliki ibu kota negara yaitu Capitol yang dikelilingi dua belas distrik. Distrik-distrik yang terdapat pada Panem bekerja untuk memenuhi kebutuhan di negeri Panem tersebut. Masing-masing distrik memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda, ada distrik yang bertanggung jawab sebagai sumber pertambangan, ada distrik yang bertanggung jawab untuk mengolah ladang pertanian, ada distrik yang memproduksi peralatan dan penelitian elektronik, ada juga distrik yang bertugas mengolah hasil laut, kemudian terdapat juga distrik yang khusus memproduksi bahan-bahan tekstil. Namun ternyata terdapat kesenjangan sosial di antara distrik-distrik tersebut. Ada dua distrik yang sepertinya menjadi kesayangan dari Panem, distrik tersebut adalah distrik 1 yang merupakan penghasil barang-barang mewah dan perhiasan dan juga distrik 2 yang merupakan pusat pertahanan militer bagi Panem. Kesejahteraan distrik-distrik selain distrik kesayangan Panem tersebut juga dinilai memprihatinkan. Masing-masing hasil bumi dan hasil produksi dari distrik-distrik tersebut dialokasikan ke Ibu Kota Negara yaitu Capitol. Kebanyakan distrik-distrik tidak mendapat bagian yang berimbang, distrik-distrik hidup di dalam kemiskinan. Kebanyakan distrik-distrik tersebut pun tampak bagaikan kota atau bahkan desa kumuh yang tertinggal. Sangat kontras jika dibandingkan dengan Capitol. Gedung-gedung mewah yang megah menjulang tinggi ke angkasa. Fasilitas-fasilitas modern dan canggih dapat ditemukan disana. Penduduk Capitol tampak hidup bermewahan bahkan digambarkan penduduk Capitol hampir setiap hari selalu berpesta pora. Bagi yang sudah melihat film The Hunger Games, mungkin kita akan mengira jika penduduk-penduduk Capitol semuanya adalah Lady Gaga dan Nicki Minaj karena penampilan-penampilan penduduk Capitol yang tampak glamour dipadu dengan pakaian, tata rias wajah dan warna rambut yang aneh dan mentereng.

Untuk lokasi Panem ini digambarkan berada di Amerika Utara, namun penulis (Suzzane Collins) tidak menjelaskan batas-batas wilayah dari negeri Panem tersebut. Bahkan setting waktu untuk trilogi The Hunger Games ini tidaklah jelas, yang jelas setting waktu untuk trilogi buku ini adalah sekitaran waktu di masa depan.

Pada trilogi ini dikisahkan tentang permainan yang dinamakan “The Hunger Games”. Permainan ini mewajibkan masing-masing distrik untuk mengirimkan dua peserta (satu laki-laki dan satu perempuan) yang berusia antara 12-18 tahun untuk mewakili masing-masing distriknya dan akan diadu dalam sebuah arena pembantaian. Masing-masing peserta harus bertahan hidup hingga permainan menyisakan satu orang peserta yang mampu bertahan untuk dinobatkan menjadi pemengang. Para peserta harus bertahan dalam arena yang sudah ditentukan, arena pertarungan biasanya merupakan tiruan dari alam liar sehingga para peserta harus mencoba untuk bertahan hidup dari ganasnya alam dan melindungi diri dari ancaman peserta lain. Para peserta dari masing-masing distrik dipilih melalui undian. Masing-masing distrik harus memasukkan nama anak yang berusia 12-18 tahun untuk nantinya diundi. Terdapat pihak yang bertanggung jawab untuk masing-masing distrik tersebut, perwakilan dari pihak tersebut kemudian memilih dua nama anak secara acak dari distrik tersebut dengan cara mengambil kertas dari sebuah wadah yang berisi nama-nama calon peserta (wadah untuk peserta laki-laki dan perempuan dipisah). Dua peserta yang terpilih tadi kemudian dikirim ke Capitol dan bergabung dengan para peserta dari distrik lainnya. Para 24 peserta yang terpilih kemudian mengikuti pelatihan bertahan hidup dan cara bertarung di tempat pelatihan khusus di Capitol. Hingga waktu yang ditentukan tiba untuk para peserta terjun ke arena. Permainan ini pun disiarkan melalui televisi ke seluruh antero negeri Panem, dari awal pengundian peserta masing-masing distrik, saat mereka latihan di Capitol dan hingga saatnya mereka terjun ke Arena untuk bertahan hidup. Hunger Games diadakan setiap setahun sekali guna memperingati Masa Kegelapan 75 tahun lalu, dimana Panem saat itu dilanda pemberontakan dari masing-masing distriknya. Pemberontakan ini mengakibatkan lenyapnya satu distrik yaitu distrik 13. The Hunger Games ini diadakan guna memperingati kejadian tersebut, dan Panem ingin menunjukkan kepada seluruh distrik kalau mereka tidak akan berdaya melawan kekuatan Panem. Para penduduk dipaksa menonton perwakilan masing-masing distrik untuk saling bunuh atau terbunuh di arena tanpa mereka bisa melakukan apa-apa. Berusaha memunculkan rasa takut dan menjadikan rasa takut sebagai  senjata pemerintah untuk mengendalikan warganya. Itulah tujuan awal dari The Hunger Games.

Pada trilogi ini tokoh utama berasal dari distrik 12, distrik penambangan batu bara. Tokoh utama pada trilogi ini bernama Katniss Everdeen. Kemunculan Katniss mulanya membuat heboh seluruh Panem, karena Katniss dengan suka rela menggantikan adiknya yang berusia 12 tahun yang bernama Prim Everdeen. Peraturan dari Hunger Games memang memperbolehkan para peserta yang terpilih untuk digantikan oleh orang yang bersedia menggantikan posisi peserta yang terpilih. Katniss kemudian berdampingan dengan seorang anak laki-laki yang terpilih, yang bernama Peeta Mellark. Sebelum kepergian Katniss ke Capitol, Katniss menitipkan adik dan ibunya ke sahabatnya Gale Hawthorne karena Katniss sudah tidak memiliki ayah sehingga ia merasa sahabat dekatnya bisa melindungi keluarganya.

Pada buku pertama lebih menceritakan kisah Katniss Everdeen dalam menghadapi kehidupannya yang miskin di distrik 12 dan bagaimana seorang Katniss Everdeen memiliki rasa sayang yang besar kepada adiknya dengan menggantikan posisinya di Hunger Games. Diceritakan pula dalam buku pertama ini ternyata Katniss memiliki kemampuan berburu yang baik dan ini menjadikannya peserta yang termasuk diperhitungkan di dalam Hunger Games. Tak itu saja kisah percintaan Katniss pun  disorot pada buku pertama ini. Awalnya adalah ketika Peeta Mellark mengungkapkan perasaan cintanya kepada Katniss melalui sebuah Talk Show yang diadakan sebelum The Hunger Games dimulai. Seantero Panem pun mengetahui hal ini dan langsung menjuluki mereka “pasangan malang dari distrik 12” karena The Hunger Games hanya memiliki satu pemenang di akhir dan mereka tentunya tidak akan bisa bersatu karena salah satu dari mereka harus mati.

Pada buku ke dua yaitu “Catching Fire”, Katniss Everdeen dan Peeta Mellark ternyata berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games. Buku ke dua ini menceritakan tentang api pemberontakan yang sudah mulai tersulut di beberapa distrik karena ulah Katniss Everdeen selama Hunger Games. Presiden Snow pemimpin dari Panem mengancam Katniss secara langsung untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik pada saat tur kemenangannya. Keluarga dan orang-orang yang disayangi Katniss pun menjadi taruhannya. Buku ini tentunya juga tetap dibumbui kisah percintaan, bahkan dalam Catching Fire kisah percintaan Katniss yang dihadirkan semakin rumit dengan kehadiran Gale, kisah cinta segitiga pun mulai muncul diantaranya.

Buku terakhir, “Mockingjay” menceritakan tentang pemberontakan yang sudah tidak dapat dihindarkan lagi, Panem dilanda perang. Banyak distrik yang diluluh lantakkan, Katniss menjadi simbol  pemberontakkan pada buku ini, namun semakin dia menjadi simbol pemberontakkan Presiden Snow pun membuat Katniss semakin menderita.

Secara keseluruhan trilogi The Hunger Games ini sangat bagus. Ketika membaca buku pertama dari trilogi ini, pasti para pembaca akan dibuat penasaran dan ingin segera melanjutkan ke seri buku berikutnya. Kesuksesan dari trilogi The Hunger Games ini dapat dilihat dari beberapa penghargaan yang didapatkannya, diantaranya:

•             #1 USA Today Bestseller

•             #1 New York Times Bestseller

•             #1 Wall Street Journal Bestseller

•             #1 Publishers Weekly Bestseller

•             A People magazine (Top 10) Best Book of 2009

•             A Time Magazine Best Fiction Book of 2009

•             A Publishers Weekly Best Book of 2009

•             A Kirkus Best Book of 2009

•             A 2009 BooklistEditors’ Choice

“Suzzane Collins tahu betul bagaimana mempermainkan perasaan pembaca dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya.” – Glagah Seto S Katon

Penilaian saya untuk buku ini adalah

The Avengers [review]

Salah satu “The most awaited Movies of 2012” akhirnya rilis juga, The Avengers. Film ini perdana diputar di Indonesia pada hari Jumat, 4 Mei 2012 dan animo masyarakat Indonesia terhadap film ini sangat bagus. Hampir bisa kita lihat bioskop di Indonesia memutar film ini 2 bahkan 3 studio, dan hebatnya lagi sampai saat penulis menulis review ini (sudah 5 hari ketika The Avengers pertama kali diputar) masih banyak rekan-rekan di twitter yang katanya selalu kehabisan tiket untuk menonton The Avengers. Bioskop selalu terlihat penuh dengan pengantri tiket yang akan menyaksikan The Avengers. Keberhasilan The Avengers ini juga bisa dilihat dari keuntungan yang didapat setelah tiga hari pemutarannya di Amerika Serikat dan Kanada, The Avengers mendapatkan keuntungan sekitar US$ 200 juta atau Rp 1,8 Triliun, memecahkan rekor perolehan keuntungan tiga hari pemutaran yang sebelumnya dipegang oleh Harry Potter: The Deathly Hollows Part2 yang saat itu meraup keuntungan US$ 169 juta.

Film ini sendiri mengisahkan tentang 6 superhero yang tergabung ke dalam sebuah proyek The Avengers, sebuah proyek yang diprakarsai oleh organisasi S.H.I.E.L.D. Proyek ini bertujuan mengumpulkan orang-orang yang memiliki kemampuan super untuk melindungi kedamaian di dunia. S.H.I.E.L.D sendiri muncul pada awalnya di film Iron Man 2 dimana terdapat 3 orang anggota S.H.I.E.L.D yang ikut turut berperan dalam film tersebut. Anggota S.H.I.E.L.D yang muncul pada film Iron Man 2 tersebut adalah Nick Fury (direktur S.H.I.E.L.D), Black Widow dan Agen Phil Coulson. Bahkan di akhir film Iron Man 2, Nick Fury menawarkan Tony Stark untuk bergabung ke dalam proyek The Avengers dengan melakukan serangkaian tes kelaikan untuk Tony Stark. Namun ternyata inti cerita dari film The Avengers ini diangkat atau bisa dikatakan lanjutan dari film Marvel lainnya yaitu Thor.

Dikisahkan di akhir cerita dari film Thor, adik angkat yang juga musuh dari Thor (Chris Hemsworth) yaitu Loki (Tom Hiddleston) ternyata berhasil selamat setelah berduel dengan Thor. Kisah Loki pun berlanjut di film The Avengers ini, Loki berencana membalaskan dendamnya kepada Thor dengan cara menginvasi bumi, karena bumi dinilai memiliki kedekatan khusus dengan Thor, bumi pun ternyata menyimpan Tesseract, sebuah benda yang mempunyai kekuatan dahsyat yang bisa membuka portal dimensi ruang dan waktu sehingga memudahkan Loki dalam membawa pasukannya untuk menginvasi bumi. Pada awal cerita kita akan disuguhkan pemandangan dari markas besar S.H.I.E.L.D dimana di dalamnya para peneliti yang dipimpin oleh Nick Furry (Samuel L. Jackson) sedang melakukan percobaan terhadap Tesseract, namun secara tiba-tiba Tesseract tersebut kemudian aktif dan membuka portal penghubung antara Bumi dengan dunia Asgard. Loki pun tiba-tiba muncul dari portal yang terbuka tersebut. Kedatangan Loki di markas S.H.I.E.L.D tidak bisa diantisipasi para anggota S.H.I.E.L.D, beberapa anggota S.H.I.E.L.D seperti Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgård) dan agen Clint Barton/Hawkeye (Jeremy Renner) disihir agar memihak kepada Loki. Bahkan akibat penyerangan Loki markas S.H.I.E.L.D pun dibuat hancur berkeping-keping, dan Loki berhasil lari dengan membawa Tesseract.

Untuk mendapatkan Tesseract kembali dan melindungi dunia dari ancaman Loki mau tidak mau Nick Fury harus segera menjalankan proyek The Avengers. Nick Fury kemudian mengumpulkan beberapa orang yang mempunyai kemampuan super, orang-orang tersebut adalah Natasha Romanoff/The Black Widow (Scarlett Johansson), Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo), Steve Rogers/Captain America (Chris Evans) dan Tony Stark/Iron Man (Robert Downey, Jr.). Nick Fury bersama dua agen kepercayaannya, Phil Coulson (Clark Gregg) dan Maria Hill (Cobie Smulder) ternyata mengalami kesulitan dalam menyatukan para superhero tersebut, karena masing-masing superhero memiliki egonya masing-masing, merasa paling benar dan paling kuat. Kedatangan Thor dari Asgard pun awalnya malah memperburuk keadaan meskipun maksud kedatangan Thor juga untuk melumpuhkan Loki. Alhasil Nick Fury dipaksa berpikir keras untuk menyatukan mereka dan harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Bumi dari ancaman Loki.

Pada film The Avengers ini meskipun banyak karakter yang harus dimunculkan, namun setiap superhero yang tergabung di dalamnya ternyata mendapatkan porsi pencitraan yang berimbang, bahkan bagi saya yang melewatkan film Captain America dibuat mengerti dengan adegan kilasan masa lalu dari si Captain America tersebut. Dialog-dialog para karakter juga cukup merepresentasikan kepribadian masing-masing karakternya. Selain disuguhi dengan aksi-aksi pertarungan yang memukau, kita juga disuguhi dengan humor-humor cerdas baik dalam bentuk dialog maupun dalam bentuk tindakan aksi dari para karakter yang ada.

Kredit khusus memang patut diberikan kepada sang Director Joss Whedon, dengan sentuhannya The Avengers menjelma menjadi film Marvel yang tersukses. Sampai saat ini rating yang tertera pada IMDB untuk The Avengers ini adalah 8.8 rating tertinggi diantara film-film Marvel lainnya. Tidak salah lagi jika The Avengers ini merupakan film yang paling ditunggu pada tahun 2012 ini dan film yang memang wajib untuk ditonton.

Penilaian saya untuk film ini adalah